Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pembuangan Limbah Medis di Kawasan Hutan Tatub TTU Melanggar Hukum
KESEHATAN

Pembuangan Limbah Medis di Kawasan Hutan Tatub TTU Melanggar Hukum

By Redaksi25 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Limbah medis yang diduga berasal dari RSUD TTU yang dibuang begitu saja di kawasan hutan Tatub
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pembuangan limbah medis yang diduga milik RSUD TTU di kawasan hutan Tatub, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan dinilai sebagai sebuah tindakan melanggar hukum.

Pelaku yang membuang sampah medis secara sembarangan dapat dijatuhi hukuman pidana maupun perdata.

Sebab, sampah medis termasuk dalam golongan limbah beracun. Seharusnya setelah pemakaian harus dihancurkan menggunakan alat insenerator.

Baca: Limbah Medis yang Diduga Milik RSUD TTU Dibuang di Kawasan Hutan Tatub

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Frans Braman saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (25/01/2018).

“Kalau perdata ya klinik atau rumah sakit tersebut bisa disegel meskipun milik pemerintah dan kalau pidana maka berurusan dengan pihak penegak hukum,” tegas Frans.

Dia mengatakan, untuk seluruh klinik maupun rumah sakit yang ada di kabupaten itu, baru RSUD TTU sendiri yang memiliki alat insenerator.

Sehingga Frans berkeyakinan limbah medis yang dibuang di kawasan hutan Tatub tersebut berasal dari klinik-klinik kesehatan yang tersebar di Kabupaten TTU.

“Kalau rumah sakit umum sudah ada alat insenerator meskipun pengelolaan belum maksimal jadi limbah medis yang ditemukan itu pastinya dari klinik-klinik kesehatan atau puskesmas,” katanya.

Frans sendiri sangat berterima kasih atas informasi yang disampaikan oleh VoxNtt.com.

Ia berjanji akan langsung turun ke lokasi dan melakukan pengecekan.

“Habis ini saya langsung turun lokasi untuk cek dan foto, nanti kita buat surat himbauan dan wartawan juga pasti dapat tembusannya, terima kasih sudah sampaikan informasi ini kepada kami,” tuturnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleHadapi Era Digital, YCAB dan Microsoft Persiapkan Generasi Muda Kota Kupang
Next Article Acara Wuat Wa’i Paket Harmoni di Ruteng Bakal Dihadiri 4.000 Orang

Related Posts

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.