Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Empat Kecamatan di Nagekeo Dilanda Banjir dan Tanah Longsor
Regional NTT

Empat Kecamatan di Nagekeo Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

By Redaksi31 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Banjir
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo. Hal itu disebabkan hujan lebat terus mengguyur beberapa hari terakhir ini.

Keempat kecamatan tersebut yakni, Nangaroro, Kecamatan Boawae, Keo Tengah, dan Aesesa Selatan.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

“Banjir melanda Kecamatan Nangaroro tepatnya di Ndora,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Bernabas Lambar saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (31/01/2018).

Akibat banjir, pondasi bangunan SD Ndora itu nyaris roboh. Banjir juga merendam SD di Maumori, Kecamatan Keo tengah.

Bernabas melanjutkan, banjir di Kecamatan Boawae terjadi di Desa Dhereisa. Sekitar dua hektare tanaman petani seperti, jagung, padi, dan lain-lain terendam banjir.

“Bukan hanya banjir, ada bencana tanah longsor yang terjadi di ruas jalan Wajomara menuju Tasikapa, Kecamatan Aesesa Selatan. Ruas jalan tersebut putus sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintasi,” lapor Bernabas.

Hingga kini kata dia, BPBD Nagekeo telah melakukan pendataan kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan kerjakan tembok penahan tanah di SD Ndora dan Maumori,” katanya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleVerifikasi Faktual di PKB Manggarai Temukan Perbedaan NIK
Next Article Musim Hujan, BPBD Nagekeo Imbau Warga Waspada Bencana

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.