Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jembatan Wae Buntal Ambruk, Pemprov NTT Dinilai Rabun
NTT NEWS

Jembatan Wae Buntal Ambruk, Pemprov NTT Dinilai Rabun

By Redaksi4 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jembatan Wae Buntal desa Golo Lijun (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Jembatan Wae Buntal yang menghubungkan Kampung Kembo dan Kampung Marulante di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur rusak akibat diterjang banjir tahun 2017 yang lalu.

Hingga kini jembatan tersebut belum diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Untuk diketahui, bagian tepi jembatan itu jebol dengan kedalaman sekitar 9 meter.

Kondisi itu membuat akses transportasi di wilayah Elar bagian utara itu lumpuh.

Untuk bisa dilalui kendaraan, masyarakat setempat secara swadaya menimbun tanah dengan lebar sekitar 3 meter. Itu pun hanya bisa dilalui satu kendaraan.

Memasuki tepi jembatan yang rusak itu kendaraan harus antri lantaran sempit.

Di tengah bahu tanah yang ditimbun warga itu dipenuhi dedak dan licin.

Kendaraan banyak macet di tengah tanah hasil timbunan tepi jembatan itu.

Di kiri-kanan jalan ada dipasang kayu untuk keselamatan pengendara yang melintas.

Atas kondisi  tersebut, Yakobus Kako mahasiswa asal Desa Golo Lijun menilai Pemprov NTT rabun lantaran tidak memperbaiki jembatan tersebut.

“Saya mendesak Pemprov NTT untuk secepatnya melakukan upaya perbaikan Jembatan Wae Buntal di Elar itu. Pemerintah jangan rabun melihat penderitaan yang dialami masyarakat,” tegas Yakobus kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (03/02/2018).

Dia menegaskan,  jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan jalur Elar bagian utara.

Dia juga meminta Pemprov NTT untuk terjun langsun  ke lokasi jembatan untuk melihat kondisi riil yang dialami masyarakat.

Yakobus menjelaskan, dana pemeliharaan untuk setiap jembatan itu pasti ada. Artinya, kalau jembatan rusak di masa pemeliharaan itu harus diperbaiki.

“Kondisi infrastruktur jalan sangat memprihatinkan. Sama sekali tidak ada perhatian,” ujarnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Waso Ruteng Tolak Bangun Rumah Bantuan
Next Article Paket PAS Akan Beri Beasiswa Keluarga Tak Mampu

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.