Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Sambut Pilgub, Warganet Diminta Bersikap Bijak
Pilkada

Sambut Pilgub, Warganet Diminta Bersikap Bijak

By Redaksi16 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marselina Lorensia, Ketua Panwaslih Kabupaten Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Manggarai, Marselina Lorensia mengimbau warga internet agar bersikap bijak dalam berkomunikasi di media sosial.

Pasalnya, berdasarkan pantauan Panwaslih Kabupaten Manggarai, media sosial masih marak digunakan sebagai sarana penyampaian ujaran kebencian dan politisasi Sara.

Hal itu disampaikan Lorensia dalam sambutanya pada acara Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara di Lapangan Motang Rua-Ruteng, Rabu (14/2/2018).

“Panwaslu Kabupaten Manggarai mengimbau warganet agar bijak dan arif menggunakan teknologi internet sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan perdamaian. Jangan jadikan Media sosial sebagai fasilitas untuk menjalankan kejahatan dan merancang permusuhan,” tegasnya.

“Ujaran kebencian, eksploitasi dan politisasi Sara harus kita hentikan untuk mewujudkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang damai dan berintegritas,” tambahnya.

Menurut dia, politik uang dan politisasi Sara merupakan kejahatan yang terbukti merusak demokrasi, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bercermin dari berbagai kasus Pilkada di tanah air, kontestasi politik dapat mengganggu kohesi sosial akibat penggunaan sentimen Sara, penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Kondisi ini semakin parah karena masifnya penggunaan internet dan media sosial,” jelasnya.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleSoal Kasus Waling, Kapolres Lapian: Saya Belum Tahu Perkembangannya
Next Article Pilgub NTT Cendrung Ditunggangi Para Pebisnis Kelas Kakap

Related Posts

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.