Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tidak Ada Jembatan, Petugas Medis Polindes Alorawe Kesulitan Evakuasi Pasien
KESEHATAN

Tidak Ada Jembatan, Petugas Medis Polindes Alorawe Kesulitan Evakuasi Pasien

By Redaksi20 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inilah lokasi yang rencananya akan membangun jembatan penghubung ‎ Desa Dhereisa dan Desa Alorawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo senilai Rp 3,2 miliar lebih pada tahun 2018
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Petugas medis yang bertugas di Polindes Alorawe mengaku kesulitan saat mengevakuasi pasien jika hendak dirujuk ke Puskesmas Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Pasalnya, sudah puluhan tahun jembatan penghubung Desa Alorawe dan Desa Dhereisa belum dibangun oleh pemerintah.

Akibatnya, petugas medis dan keluarga pasien kesulitan saat melewati Kali Aesesa. Jangan tanya lagi saat musim hujan, kali itu mengalami banjir besar dan bakal menambahkan deratan kisah pilu bagi warga.

Bahkan, jika saja tidak hati-hati maka nyawa pun menjadi taruhan saat melintasi kali yang lebarnya kurang lebih 100 meter kedalaman air sekitar dua meter itu.

Apalagi saat mereka menggotong pasien yang hendak melahirkan atau sakit berat.

“Kendala kami hanya jembatan saja. Namanya tugas ditempatkan di mana saja, sebagai pelayan masyarakat kami tak mengelakan itu. Hanya kami sedikit kesulitan jika ada pasien yang harus dirujuk. Karena kita harus minta bantuan keluarga pasien dan warga sekitarnya membantu menggendong pasien lewat Kali Aesesa,” ujar Lidwin, salah satu bidan yang bertugas di Desa Alorawe kepada VoxNtt.com, Selasa (20/02/2018).

Baca: Derita ke Desa Alorawe Boawae

Lidwin yang ditemui saat hendak menyebrangi Kali Aesesa mengatakan, jika ada pasien yang harus dirujuk ke Puskesmas Boawae terpaksa mendatangi rumah ke rumah warga untuk meminta bantuan mereka.

Bantuan tersebut terutama agar bersama-sama menggotong pasien saat melintasi Kali Aesesa.

“Syukur campur tangan Tuhan pasien bias dibantu dan bisa tertolong sampai di Puskesmas Boawae,” ucapnya.

“Sehingga sampai saat ini belum ada yang meninggal. Semua pasien tertolong dan selamat,” tambah Lidwin.

 

Penulis: Arladius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePelajar SMA St. Maria Iteng Mereguk Ilmu di Wae Rebo
Next Article Anak Sekolah Alpa Takut Nyawa Tak Terselamatkan

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.