Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Crossway Dagamage Kuras Kantong Rakyat
NTT NEWS

Crossway Dagamage Kuras Kantong Rakyat

By Redaksi22 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Crossway Dagamage
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kerusakan jembatan penyeberangan (crossway) Dagamage yang berlokasi di Nangarasong, Desa Kilosia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka semakin merugikan warga.

Selain mobilitas yang terhambat, crossway yang rusak juga menguras kantong rakyat kecil.

Pasalnya, sejak crossway tersebut jebol dihantam banjir pada  Senin, 12 Februari 2018 lalu, biaya transportasi meningkat drastis.

Tarif angkutan umum rute Maumere-Magepanda yang biasanya senilai Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan, kini berubah menjadi Rp 20.000.

Hal ini dikarenakan para penumpang harus berganti kendaraan di Dagamage.

Jumlah tersebut ditambah lagi dengan biaya penyeberangan senilai Rp 5000 per penumpang.

“Kalau sebelum terjadi kerusakan Maumere-Magepanda itu hanya Rp 20.000 untuk pulang dan pergi sekarang menjadi Rp 50.000,” terang Hengky, seorang warga Magepanda yang sehari-harinya bekerja di Maumere kepada VoxNtt.com pada Selasa (20/2/2018) di Maumere.

Hal serupa dialami Mama Veronika Ate, warga Done. Perempuan yang sehari-harinya berjualan sayur di Pasar Alok tersebut mengaku tak dapat untung seperti biasa lantaran mahalnya biaya transportasi.

“Kalau jembatan tidak jadi berarti kami tekor (rugi,-red),” ujarnya saat ditemui di Pasar Alok, Maumere pada Selasa (20/2/2018).

Pilihan lain seperti menggunakan kendaraan pribadi pun menguras kantong.

Motor tidak bisa menyeberangi crossway sehingga harus digotong oleh warga.

Menurut informasi, warga setempat menetapkan tarif angkut motor sebesar Rp 20.000-Rp 25.000 untuk motor bebek sementara Rp 50.000 untuk motor besar plus biaya gotong pengemudi sebesar Rp Rp 10.000 per orang.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleWarga Ndori Kesal Listrik Padam Lebih dari 14 Jam
Next Article Harapan yang Kembali Merekah Bersama Telur Puyuh

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.