Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Pengeroyokan Kembali Terjadi di Kompleks BTN TTU
MAHASISWA

Pengeroyokan Kembali Terjadi di Kompleks BTN TTU

By Redaksi27 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Dos Santos Denitrius Manek,korban penganiayaan di kompleks BTN,TTU. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Aksi pengeroyokan kembali terjadi di kompleks BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan.

Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Senin (26/02/2018) yang menimpa Yohanes Dos Santos Denitrius Manek (22).

Informasi yang diterima VoxNtt.com, korban diketahui sebagai mahasiswa Universitas Negeri Timor (Unimor).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 wita, saat korban sedang duduk di salah satu kos-kosan dan didatangi oleh sejumlah orang, lalu menyerang korban.

Sumber VoxNtt.com juga menyampaikan, Pengeroyokan itu diduga kuat dilakukan oleh sejumlah rekan mahasiswa sekampus korban.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami bengkak pada pipi bagian kiri, kelopak mata kiri, plipis kiri dan luka-luka lecet pada dahi serta sakit di seluruh badan.

Kasus ini sudah dilaporkan langsung oleh korban ke Polres TTU segera setelah kejadian.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Nyoman Gede Arya, SIK saat dikonfirmasi media ini via WA, Selasa (27/02/2018) membenarkan adanya kasus penganiayaan di kompleks pemukiman yang penghuninya didominasi oleh kalangan mahasiswa tersebut.

Menurutnya, saat ini korban sudah divisum dan sementara dalam perawatan. Disampaikan Nyoman, saat kejadian korban dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Saat kejadian, korban dan para terduga pelaku sementara mabuk minuman keras. Kita masih dalamimotifnya seperti apa,” jelas Nyoman.

Lanjut Nyoman, saat mendapat laporan dari korban, pihaknya hanya disampaikan satu nama berinisial H sebagai terduga pelaku.

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

“Tadi (Selasa) subuh kita sudah amankan tiga orang terduga pelaku penganiayaan. Kita masih dalami lagi kasusnya,” ungkap Nyoman.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleLeo Mali Minta Gaji Guru Honorer di Belu Diperdakan
Next Article Diduga Terlibat Politik Praktis, Oknum Kades di TTU Terancam Dijatuhi Sanksi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.