Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»SSP Soe Kampanyekan Tiga Masalah Utama Perempuan di TTS
NTT NEWS

SSP Soe Kampanyekan Tiga Masalah Utama Perempuan di TTS

By Redaksi9 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota LSM Sanggar Suara Perempuan (SSP) Soe sedang berdiksusi mempersiapkan rangkaian acara yang akan berlangsung sejak tanggal 8 Maret 2018 hingg 21 April 2018 (Foto: Paul Resi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018, LSM Sanggar Suara Perempuan (SSP) Soe di Kabupaten TTS menggelar berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan tiga masalah besar yang dialami perempuan.

Ketiga masalah itu yakni perempuan dijadikan obyek diskriminasi, obyek kekerasan seksual dan menjadi obyek perdagangan orang atau Human Trafficking.

Sekretaris SSP, Debora Doeka kepada wartawan Kamis (o8o/03/2018) mengatakan, lembaga yang fokus dengan isu perempuan di TTS ini  tidak akan pernah berhenti menyuarakan bentuk ketimpangan yang dialami perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Dikatakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional Tanggal 8 Maret 2018, SSP menggelar berbagai kegiatan seperti berdialog dengan beberapa OPD dan DPRD TTS, Talk Show di Kampus STIKIP bersama mahasiswa dan para dosen, dan debat antar pelajar sekota Soe tentang kekerasan seksual.

Selain itu mereka juga memasang baliho tentang penghentian kekerasan terhadap perempuan di tempat umum, dialog interaktif di Radio RSPD Soe dan lomba pidato antar perempuan dari desa-desa dampingan dan kategori lomba pidato perempuan yang aktif di organisasi.

Semua kegiatan tersebut, kata Debora akan berlangsung sejak tanggal 8 Maret 2018 hingg 21 April 2018 bertepatan dengan Hari Kartini.

Debora mengharapkan pastisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat TTS untuk terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dan dukungan untuk mengehentikan dan sekaligus menghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Penulis: Paul Resi

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleHadir di Belu, Ini yang Dilakukan Tim KPK
Next Article Ini Alokasi Pupuk Subsidi di Mabar Tahun 2018

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.