Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Alokasi Pupuk Subsidi di Mabar Tahun 2018
Regional NTT

Ini Alokasi Pupuk Subsidi di Mabar Tahun 2018

By Redaksi9 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mabar, Anggalinus Gapul
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) telah merilis kuota pupuk bersubsidi di tahun 2018 ini.

Data yang dihimpun VoxNtt.com dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mabar membeberkan, total alokasi pupuk bersubsidi selama tahun 2018.

Secara keseluruhan alokasi pupuk untuk dibagikan ke kelompok tani sebanyak 6.974,36 ton.

Perinciannya yakni; pupuk urea sebanyak 2.910, 65 ton, SP 36 sebanyak 101,08 ton, ZA sebanyak 29,20 ton, NPK sebanyak 3.879,63 ton, dan organik sebanyak 53,80 ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mabar, Anggalinus Gapul menjelaskan, pupuk seubsidi tersebut dialokasi oleh pemerintah pusat berdasarkan usulan daerah.

Usulan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mabar tentu saja bersumber dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Jadi yang berhak menerima pupuk subsidi dari pengecer adalah para petani yang namanya sudah tertera dalam dokumen RDKK,” terang Anggal kepada sejumlah awak media di Labuan Bajo, Kamis (08/03/2018).

Menurut dia, selama ini kendati ada riakan kekurangan pupuk, namun pemerintah cepat teratasinya dengan realokasi.

Di lain sisi lanjut Anggal, biasanya di setiap tahun pada bulan November dan Desember terjadi kekurangan pupuk.

Namun, kekurangan itu tidak menemukan kendala berarti karena pemerintah dengan sigap melakukan realokasi pupuk.

“Tapi biasanya juga ada gejolak kekurangan pupuk karena prosesnya panjang. Mekanisme pendistribusiannya dari produsen ke distributor, lalu ke pengecer dan kelompok tani,” jelas dia.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleSSP Soe Kampanyekan Tiga Masalah Utama Perempuan di TTS
Next Article Aleta Baun: Timorese Women Fighters for Humanity and the Environment

Related Posts

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.