Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Makna “Sekuntum Bunga” dan Lagu “Jangan Salah Menilaiku” Ala Marsel-Djafar
Pilkada

Makna “Sekuntum Bunga” dan Lagu “Jangan Salah Menilaiku” Ala Marsel-Djafar

By Redaksi15 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Calon wakil bupati Ende, H. Djafar Haji Achmad sedang membawakan bunga saat kampanye di Wewaria. Bunga menurut Djafar adalah lambang persahabatan. (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ada beberapa hal unik yang dilakukan calon bupati dan calon wakil bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu dan H. Djafar Haji Achmad pada setiap kampanye ideologis.

Selain penyampaian rencana program kerja lima tahun kedepan, pasangan incumbent ini selalu mengemas dengan hal unik pada setiap akhir kampanye.

Adalah “bunga” dan lagu “jangan salah menilaiku” yang kerap ditampilkan Marsel-Djafar. Makna bunga dan lagu ini mungkin paling berkesan khusus bagi kedua orang ini.

Lagu ciptaan Wences Laus Maria ini menjadi andalan calon bupati Marsel Petu. Diakhir kampanye misalnya, mantan Ketua DPRD ini selalu menghibur masyarakat dengan lagu itu. Mengapa?

Sebelumnya bernyanyi, Marsel Petu selalu memberikan pesan terhadap orang atau kelompok yang menganggap dirinya egois, arogan dan berbagai stigma negatif.

Menurut dia, hal itu adalah cara atau model orang atau kelompok dalam berpolitik. Ia membantah, bahwa dirinya bukan seperti yang orang kira.

Lagu yang dinyanyikan oleh Elexis Trio ini, bagi Marsel, layak dimaknai orang atau kelompok dimaksud.

“Lagu ini saya persembahkan untuk orang atau kelompok yang selalu salah menilaiku,”kata Marsel yang direkam Voxntt.com pada setiap akhir kampanye.

Pada pertengahan lagu yang dinyanyikan oleh calon bupati Marsel ini, ada hal yang unik datang dari calon wakil bupati Djafar Achmad. Sekuntum bunga yang dibawa olehnya tentu saja menjadi andalan.

Djafar yang selalu mengambil posisi bersama masyarakat tiba-tiba datang dan menghampiri calonnya yang berdiri di panggung. Ia lalu mengangkat dan menunjukkan sekuntum bunga yang digenggamnya.

Berlahan ia berjalan menuju panggung utama. Iringan tepukan tangan pun memecah seisi panggung.

Bahkan, masyarakat yang sebelumnya duduk lantas berdiri bersorak lantaran aksi dan tebaran senyum Djafar yang memukau.

Sekuntum bunga yang digenggamnnya kemudian diberikan kepada calon bupati Marsel yang tengah menyanyikan lagu itu.

Makna bunga secara harafiah adalah sebuah ungkapan perasaan cinta terhadap seseorang yang dianggap sangat berarti dalam hidup. Bunga juga sebagai wakil untuk mengungkapkan perasaan yang tak mampu disampaikan lewat kata-kata.

Tapi bagi Djafar, makna bunga adalah sebagai lambang persahabatan, stabilitas dan kekuatan ia bersama calon bupati Marsel Petu. Bunga juga melambangkan semangat, daya energi dan kekuatan cinta dalam menjalin hubungan kedekatan bagi pasangan ini.

Menurut Djafar, dalam urusan politik, ia bersama Marsel Petu sudah menyatukan emosional untuk membangun daerah ini. Djafar juga pernah mengungkapkan, selama memimpin Kabupaten Ende, pasangan incumbent ini tidak pernah berbeda pendapat dan bahkan tidak tercerai berai.

Pasangan ini dianggap solid dengan tetap menjaga keharmonisan selama memimpin. Sehingga, proses pembangunan selama ini tetap berjalan sesuai dengan amanah masyarakat.

“Kalau cerai berai nanti pembangunan tidak berjalan dengan baik. Semua pasti berantakan. Kenapa saya dan pak Marsel lagi, karena kami berdua solid, kami berdua tetap menjaga emosional. Kalau solid berarti semua rencana akan berjalan baik,” katanya.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleIrjen Wahju Akan Laporkan Kondisi Pelabuhan Nangakeo Ende ke Menteri Budi
Next Article Aksi Tolak UU MD3 di Polopo Ricuh, Atribut dan Gordon Kapres PMKRI Rusak

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.