Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Kabupaten TTU Kekurangan 502 Guru SMP
VOX GURU

Kabupaten TTU Kekurangan 502 Guru SMP

By Redaksi26 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PKO Kabupaten TTU,Drs. Emanuel Anunu. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hingga kini masih mengalami kekurangan 502 guru untuk mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kekurangan tersebut yakni pada guru yang akan mengajar mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKN), serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sementara untuk guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris jumlahnya lebih.

“Kita masih kekurangan 502 guru SMP, yang sangat kekurangan itu mata pelajaran IPS dan PPKN sedangkan IPA dan Bahasa Inggris kita mengalami surplus kalau untuk guru matematika tingkat SMP jumlahnya masih normal,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Emanuel Anunu saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin (26/03/2018).

Ia menjelaskan sebagai solusi guna mengatasi persoalan kekurangan guru tersebut, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes sudah menyampaikan bahwa dalam sidang perubahan anggaran nanti akan diajukan agar para guru komite maupun honorer dari mata pelajaran yang kekurangan jumlahnya diangkat menjadi tenaga kontrak daerah.

Sedangkan untuk guru mata pelajaran yang berlebihan akan diatur sehingga jumlahnya merata ke seluruh sekolah.

“Pak bupati sudah ada kebijakan dan nanti akan diusulkan dalam sidang perubahan anggaran, semua guru honorer dan komite yang berkebutuhan dan berkelayakan kita rekrut untuk jadi menjadi tenaga kontrak daerah jadi pastinya fokus kita pada guru mata pelajaran IPS dan PPKN yang jumlahnya masih sangat-sangat berkekurangan,” jelas Emanuel.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleMerpati: Masyarakat Matim Harus Keluar dari Keterjajahan Ekonomi
Next Article PMKRI dan GMNI Ingatkan Bahaya Politik Uang

Related Posts

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026

Yayasan Sukma Respons Mogok Mengajar Guru SMA Pancasila Borong, Klaim Sudah Ada Kesepakatan Final

11 Februari 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.