Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PMKRI dan GMNI Ingatkan Bahaya Politik Uang
NTT NEWS

PMKRI dan GMNI Ingatkan Bahaya Politik Uang

By Redaksi26 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi tolak politik uang (Foto: Okezone)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Menjelang Pilkada 27 Juni 2018, dua organisasi mahasiswa di Manggarai yakni PMKRI dan GMNI mengingatkan masyarakat pemilih akan bahaya politik uang.

Ketua PMKRI, Servasius Jemorang, mengatakan politik terbukti merusak nilai-nilai demokrasi. Ketika masyarakat memilih karena uang maka itu adalah bukti nyata kebodohan berpolitik.

“Kemudian juga para politisi yang membagi uang, itu adalah bagian dari cara mengakui bahwa dirinya kalah sebelum bertarung. Lemah untuk bersaing secara sehat,” katanya saat ditemui VoxNtt.com di Marga PMKRI, Minggu (25/3/2018).

“Calon-calon seperti itu akan melihat uang sebagai tuhan bagi dirinya, sehingga dampaknya adalah dia akan menghamba pada uang. Demokrasi pun berubah wajah menjadi ruang transaksi yang tidak mutual,” tambahnya.

Sebab itu, dia meminta semua pihak berkepentingan, terutama pengawas pemilihan untuk mewaspadai timbulnya gejala politik uang dalam tiap tahapan pilkada.

“Sehingga Panwas tidak saja hadir ketika ada persoalan politik uang, tapi hadir sebagai pencegah. Untuk itu, perlu kiranya Panwas memperluas jaringan terutama mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga lebih mudah mendeteksi praktek politik uang,” jelas Jemorang.

Secara terpisah, Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar saat ditemui di Sekretariat GMNI di Kelurahan Tenda, Senin (26/3/2018) mengatakan politik uang dapat mencederai demokrasi dan pembangunan.

“Politik uang akan menjadi pemicu hambatnya pembangunan di republik ini. Ketika ini dibiarkan maka negara kita pasti mengalami kemunduran,” tegasnya.

Sebab itu, dia mengajak semua stakeholders pemilu, mulai dari penyelenggara pemilu hingga masyarakat umum untuk bersama-sama melawan praktik politik uang.

“Kalau kita bergandengan tangan, maka persolan itu (politik uang) dapat dicegah,” imbuhnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleKabupaten TTU Kekurangan 502 Guru SMP
Next Article Di Watu Nggong, Paket Nera Disambut Ribuan Massa

Related Posts

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.