Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Petugas Puskesmas Waimana Periksa Kesehatan Ile Nuku, eks TKI ODGJ
HEADLINE

Petugas Puskesmas Waimana Periksa Kesehatan Ile Nuku, eks TKI ODGJ

By Redaksi26 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dr. Fitri Florentina, mencoba mengajak Bapak Ile Nuku pasien ODGJ untuk berkomunikasi. Gambar diambil, Sabtu (24/3). Foto: Sutomo Hurint
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Larantuka, Vox NTT-Tim medis dari Puskesmas Waimana, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur melakukan pemeriksaan kesehatan Ile Nuku Piran, eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menderita gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Sabtu, (24/03/2018).

Disaksikan VoxNtt.com tim medis yang melakukan pemeriksaan adalah tenaga dokter dari puskesmas Waimana, Kepala Seksi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2P-KESWA) Puskesmas Waimana, beserta 2 staf tenaga kesehatan desa Lewohala.

BACA: Ile Nuku Piran, TKI Penderita Gangguan Jiwa yang Ditolak Keluarganya

Dr. Fitri Florentina, kepada Voxntt.com, menjelaskan, diagnosis sementara, Bapak Ile Nuku Piran, menderita gangguan psikosis dan Dimensia.

Dijelaskan Florentina, Psikosis adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan ketidakmampuan individu yang menilai kenyataan yang terjadi, seperti: halusinasi dan waham. Sedangkan Dimensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, serta menurunnya kecerdasan mental.

BACA: Dinsos Flotim Bantu Ile Nuku, Eks TKI yang Menderita ODGJ

“Hasil pemeriksaan sementara, ada kemungkinan bapak Ile Nuku, menderita gangguan Psikosis dan Dimensia. Namun terkait psikosis, hasilnya tidak terlalu kuat. Selain Diagnosis banding Psikosis dan dimensia ini, Ile Nuku mengidap darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Dimensia dan psikosis ini masih dugaan sementara”, jelas Florentina kepada VoxNtt.com usai pemeriksaan kesehatan Bapak Ile Nuku.

Florentina melanjutkan, hasil pemeriksaan ini akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan (DINKES) dan Dinas Sosial (DINSOS)Kab. Flores Timur. Pihak puskesmas, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan kedua instansi terkait guna menangani kesehatan Bapak Ile Nuku agar dapat kembali pulih.

Bapak Yosep Badin (Berdiri) mendampingi bapak Ile Nuku ODGJ, selesai pemeriksaan kesehatan.

Penanganan ODGJ 

Kepala pemegang program P2P-KESWA dari puskesmas Waimana, Ibu Yuliana Peni Duli, mengatakan data sementara yang dihimpun, terdapat 11 orang penderita gangguan jiwa atau ODGJ di Kecamatan Ilemandiri.

“Ini data sementara yang dihimpun. Kemungkinan akan bertambah. Data terdahulu desa Lewohala terdapat 2 ODGJ. Namun, beberapa laporan terakhir masuk,desa Lewohala sendiri terdapat 7 ODGJ. Jadi kemungkinan jumlah ODGJ di Kec. Ilemandiri akan bertambah”, tutur Yuliana.

Yuliana, demikian disapa kepada VoxNtt.com menjelaskan penanganan terhadap ODGJ akan lebih intensif melalui Program Indonesia Sehat dan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Dalam program PIS-PK Indikator keluarga sehat disebutkan dalam poin ke delapan, tentang ODGJ berhak mendapatkan pengobatan dan tidak boleh ditelantarkan. Dengan program PIS-PK ini, pasien ODGJ akan didatangi oleh petugas kesehatan puskesmas dari rumah ke rumah, jelas Yuliana.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleDi Lawir Pocoranaka Timur, BKH Diarak Menuju Kampung
Next Article Warga Desa Bena Pertanyakan LHP Inspektorat TTS Terkait Temuan 96 Juta

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.