Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»SDI Tonggurambang Diduga Kurang Diperhatikan Pemkab Nagekeo
NTT NEWS

SDI Tonggurambang Diduga Kurang Diperhatikan Pemkab Nagekeo

By Redaksi3 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Guru-guru dipimpin langsung Kepala SDI Tonggurambang Bonefasius Busa sedang mengerjakan pagar darurat dari bambu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Sekolah Dasar Inpres (SDI) Tonggurambang Kecamatan Aesesa diduga kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo.

Pasalnya, sekolah yang dibangun tahun 1994 itu belum ada pagar keliling dan tidak ada listrik dari PLN.

Akibatnya, pada malam hari atau hari libur sekolah yang letaknya di pinggir jalan menuju Pelabuhan Marapokot itu berubah menjadi kandang kambing milik warga setempat.

“Saya jujur saja pak. Kami sama sekali tidak diperhatikan dari Pemda (Nagekeo). Setiap kali kita ajukan untuk pembangunan di sekolah ini tidak ada respon. Sehingga kami mau bangun sesuatu terpaksa kami keluarkan uang sendiri dan ambil sedikit dari dana BOS dan dana komite,” kata Kepala SDI Tonggurambang Bonefasius Busa yang ditemui VoxNtt.com di sela-sela kegiatan kerja bakti di sekolahnya, Selasa (03/04/2018).

Boni mengatakan, hingga kini SDI Tonggurambang masih banyak kekeurangan fasilitas.

Tukang sementara memperbaiki WC yang rusak

Dia menyebut kekurangan yang dialami, seperti, pagar pengaman, perpustakaan dan listrik. Selain itu, pihaknya juga mengalami kekurangan ruangan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menurut Boni, untuk mengantisipasi agar hewan tidak masuk ke halaman sekolah pihaknya mengerjakan pagar darurat dari bambu.

Pembuatan pagar darurat tersebut menggunakan uang yang dikumpulkan dari guru-guru.

Bukan hanya itu, Boni dan rekan gurunya juga memperbaiki WC sekolah yang rusak dengan memakai uang sendiri.

Dia menambahkan, ada empat ruangan yang telah direhab adalah bantuan dari PLAN, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang perlindungan anak di Indonesia.

Atas berbagai kekurangan tersebut, Boni berharap Pemkab Nagekeo bisa membantu dana seadanya untuk membangun pagar, ruangan perpustakaan, dan merehab kamar WC yang rusak.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleIgnas Jonan: Tidak Boleh Bangun Industri Berat Dekat Lokasi Wisata di NTT
Next Article Sudah Tiga Tahun Rusak, Jembatan Wae Ntuang Belum Diperbaiki

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.