Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek RTH Diduga Mubazir, Warga: Kasian Uang Negara Dibuang Percuma
Regional NTT

Proyek RTH Diduga Mubazir, Warga: Kasian Uang Negara Dibuang Percuma

By Redaksi8 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bunga-bunga yang sudah ditanam di RTH sudah layu dan mati (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di Kembur menuju pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur di Lehong diduga mubazir. Padahal, proyek RTH itu baru dibangun tahun 2017 lalu.

Pantauan VoxNtt.com, Sabtu (07/04/2018), tampak pot-pot bunga yang dibuat dari semen sudah mulai rusak. Pot-pot itu ditempatkan di as jalan menuju Lehong.

Bunga-bunga yang sudah ditanam tampak layu dan mati.

Melki, warga setempat ketika dimintai tanggapan VoxNtt.com mengaku aneh dengan pembangunan RTH itu, sebab tidak diperhatikan.

Padahal kata dia, pembangunan RTH itu bertujuan mempercantik jalan menuju pusat pemerintahan Manggarai Timur.

“Aneh sekali, ko habis bangun lepas mubazir begini tanpa perhatian dan pengawasan dari dinas terkait. Lihat saja, bungab yang sudah ditanam banyak yang mati. Bagaimana mau hijau kalau tidak diperhatikan begini,” ujarnya.

“Padahal, pembangunan ruang terbuka hijau ini kan pakai uang negara. Kalau begini modelnya, kasian uang negara. Dibuang percuma saja,” ungkap Melki.

Sebab itu, Melki meminta Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Timur untuk memperhatikan kondisi RTH yang sudah dibangun dengan uang Negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Timur Thomas Ngalong saat diminta tanggapanya baru-baru ini mengatakan, pihaknya bukan sengaja tidak memperhatikan kondisi RTH itu. Namun, terkendala di fasilitas.

“Kita kewalahan di fasilitas. Kita sudah usulkan untuk pengadaan fasilitas untuk penyiraman itu, namun Pemda tidak meresponnya. Itu saja, kami di dinas terkendala di fasliitas untuk merawat itu semua,” ungkap Kadis Thomas saat dihubungi melalui telepon selulernya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDitanya Soal Warganya yang Jadi TKW ke Jakarta, Kades Compang Laho Cuek
Next Article BKH Temui PKL di TTU, Relawan Muda Bersihkan Pantai Oesapa Kota Kupang

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.