Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapal Kandas Masuk Dermaga Borong, Ini Tanggapan KUPP Marapokot
NTT NEWS

Kapal Kandas Masuk Dermaga Borong, Ini Tanggapan KUPP Marapokot

By Redaksi12 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Air laut surut menyebabkan kapal kandas memasuki Dermaga Borong (Foto: Kawilker Dermaga Borong, Yanto)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KUPP) Marapokot Bambang Arifin Atuh merespon adanya masalah kapal kandas saat memasuki Dermaga Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Bambang sendiri membenarkan selama tahun 2018 ini kapal kandas memasuki dermaga yang berlokasi di ibu kota Kabupaten Manggarai Timur itu lantaran air laut surut.

“Ia benar pak, Dermaga Borong adalah dermaga di bawah naungan Pelabuhan Marapokot. Di sana memang sedikit ada masalah. Masalah karena kapal selalu kandas saat sandar di Dermaga Borong karena air mengalami surut,” kata Bambang saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon genggamnya, Kamis (13/04/2018).

Menurutnya, masalah utama di Dermaga Borong tersebut yakni karena aliran air dari muara Wae Bobo membelok masuk ke dermaga.  Akibatnya, material dari muara itu terendap di dermaga, sehingga laut menjadi dangkal.

Terkait masalah tersebut, Bambang mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk memblokir aliran air dari muara Wae Bobo.

“Kami baru-baru ini sudah bertemu bupati. Hanya bupati tidak ada kami ketemu Kadis Perhubungan untuk koordinasi agar aliran Wae Bobo bisa dibendung ke tengah laut, supaya jangan masuk ke dermaga lagi. Namun sampai saat kita masih menunggu dari Pemda Matim,” ujarnya.

Menurut Bambang, Dermaga Borong sendiri telah dalam perencanaan akan diperpanjangkan lagi.

Sebab itu, dia berharap Pemkab Manggarai Timur bisa segera memblokir aliran air dari muara Wae Bobo, sehingga Dermaga Borong bisa difungsikan lagi seperti biasanya.

“Karena dengan adanya dermaga itu maka bisa membangun ekonomi rakyat lebih bagus,” kata Bambang.

Baca di sini sebelumnya: Kapal Kandas Masuk Dermaga Borong, Begini Derita Para Penumpang

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

 

Manggarai Timur Nagekeo
Previous ArticleFamara Jakarta Desak Polres Manggarai Usut Tuntas Kasus Kematian Ferdy
Next Article Dua Anggota DPRD Nagekeo Resmi Di-PAW

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.