Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Satu Minggu ke Depan, Disdukcapil Nagekeo Tak Bisa Melayani Masyarakat
Regional NTT

Satu Minggu ke Depan, Disdukcapil Nagekeo Tak Bisa Melayani Masyarakat

By Redaksi18 April 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Dinas Kepependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nagekeo dikabarkan tidak bisa melayani masyarakat selama satu minggu ke depan.

Penutupan pelayanan administrasi kependudukan tersebut lantaran server pengelola data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dibeli tahun 2011 lalu, kini telah rusak.

“Saat ini kami belum bisa layani masyarakat terkait dukumen kependudukan karena alat server SIAK yang kita beli tahun 2011 sudah rusak,” ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Nagekeo, Andreas Weke melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Kris Ledo yang dikonfirmasi VoxNtt.com, Rabu (18/04/2018).

Kris mengatakan, pihaknya baru bisa melayani administrasi kependudukan warga setelah server SIAK kembali normal. Saat ini, alat tersebut sedang dikirim ke Jakarta untuk melakukan perbaikan.

Menurut dia, kerusakan alat server SIAK di Disdukcapil Kabupaten Nagekeo disebabkan karena faktor usianya yang sudah semakin tua.

“Alat tersebut telah memasuki usia delapan tahun, seharusnya secara ekonomis digunakan hanya dengan jangka waktu 5 tahun,” kata Kris.

Dia mengaku, pihaknya telah mengajukan permohonan  melalui tim anggaran pemerintah daerah untuk membeli alat baru. Namun hingga kini pengadaan alat itu belum direalisasikan.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePanwaslu Desa dan Kelurahan Diminta Jaga Netralitas
Next Article Data Pemilih di Kecamatan Satarmese Bermasalah, Begini Respon KPU Manggarai

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.