Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Enam Kecamatan di Nagekeo Alami Kekeringan
Regional NTT

Enam Kecamatan di Nagekeo Alami Kekeringan

By Redaksi20 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peringati Hari Bumi dan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Plan International Indonesia Program Area Flores dan Yayasan Flores Sejahtera berikan pelatihan Manajemen Kekeringan bersama stakeholder Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Saat ini enam kecamatan di Kabupaten Nagekeo mengalami bencana kekeringan. Akibatnya, sejumlah tanaman pangan kering dan mati lantaran tak ada air.

“Kabupaten Nagekeo saat ini mengalami kekeringan. Sehingga banyak tanaman seperti jagung,  padi pada sawah tadahan hujan banyak yang kering,” ujar Kepal Badan Penanggulan Bencana Alam Daerah (BPBD) Nagekeo, Bernabas Lambar di sela-sela kegiatan training manajemen kekeringan di Aula Hotel Sasandy Mbay, Jumat (20/04/2018).

Bernabas mengatakan, enam dari tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo yang mengalami kekeringan yakni:

Kecamatan Boawae, di antaranya pada Desa Dhere Isa, Watu Gase, Alorawe, Nagerawe, Foco Lodo Rawe, dan Kelurahan Rato Ngamobo.

Kecamatan Aesesa, di antaranya pada Desa Nggolonio, Waekoka, Negedhawe, Olaia, Aeramo, Teda Kisa, Teda Mude, Labolewa, Kelurahan Dhawe, Kelurahan Mbay I, Kelurahan Towak, Kelurahan Danga, dan Kelurahan Mbay II.

Kecamatan Wolowae, di antaranya pada Desa Ana Koli, Toto Mala, Tenda Kinde, Tenda Toto, dan Natatoto.

Kecamatan Nangaroro di antaranya pada wilayah Ndora raya.

Kecamatan Keo Tengah, di antaranya pada Desa Kota Dhiru Mali, Witu Romba Ua, Udi Woro Watu, dan Ndetu Mali.

Sementara untuk Kecamatan Mauponggo, kata Bernabas,  sampai saat ini masih stabil.

Menurutnya sampai saat ini kecamatan-kecamatan yang mengalami kekeringan masih dalam proses pendataan.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleKasus Pungli, Pegawai Disdukcapil Ngada Ditetapkan sebagai Tersangka
Next Article Soal Kasus OTT Aldo Febrianto, Yus Mahu Tak Mau Lanjut ke Pidana

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.