Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Janji Digaji 1,8 Juta, TKW Asal Matim Ini Malah Ditipu Majikannya di Jakarta
Human Trafficking NTT

Janji Digaji 1,8 Juta, TKW Asal Matim Ini Malah Ditipu Majikannya di Jakarta

By Redaksi20 April 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi TKW
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Erlina Ekawati, gadis berusia 22 tahun asal Lengko Ajang, Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur nekat menjadi TKW dan dipekerjakan di Jakarta demi memperbaiki dan membantu ekonomi keluarganya.

Namun, nasib malang malah menimpa gadis kelahiran Pong Poe, 2 November 1996 itu.

Ia sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama empat bulan, tetapi tidak diberi upah oleh majikannya.

Keringatnya, seakan buang percuma karena tidak diberi sepeserpun upah kerja.

Kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (20/04/2018), Erlina mengaku berangkat kerja ke Jakarta melalui PT Timor Sakti Setia dengan janji akan diberi gaji 1,8 juta rupiah per bulan.

“Gaji saya selama 4 bulan tidak dikasih. Di sana saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” ungkapnya.

Karena tidak diberi upah, Erlina kemudian memilih lari ke Bali.

“Sekarang saya di Bali pak. Biaya perjalanan dari Jakarta ke Bali pakai uang sendiri. Saya pinjam uangnya kaka,” ujarnya.

“Saya sangat kecewa dan sakit hati. Harapan saya buat pemerintah Manggarai Timur agar pemerintah Manggarai Timur lebih memperhatikan warganya supaya tidak ada lagi korban TKI lain untuk selanjutnya,” harap Erlina.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSoal Kasus OTT Aldo Febrianto, Yus Mahu Tak Mau Lanjut ke Pidana
Next Article PMKRI: Penyelidikan Kasus OTT Aldo Febrianto Sarat Konspirasi

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.