Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Disuruh Beli Gula, Warga Mauponggo Ini Pulang Tak Bernyawa
HEADLINE

Disuruh Beli Gula, Warga Mauponggo Ini Pulang Tak Bernyawa

By Redaksi30 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Motor korban Fransiskus Mite (19) yang diamankan Polisi (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Naas menimpa Fransiskus Mite (19). Bermula disuruh membeli gula oleh keluarganya, warga Mauponggo Kabupaten Nagekeo ini malah pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Sepeda motor Supra-X tanpa nomor Polisi yang dikendarainya  terjun bebas dari jembatan Dadi Wuwu, di wilayah Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Minggu (29/04/2018), sekitar pukul 09.00 Wita.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Fransiskus tersebut tepatnya di pertigaan jalan menuju Maumere dan Ende.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad yang ditemui di sela-sela olah tempat perkara kejadian (TKP), Senin (30/04/2018), mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus Lakalantas tersebut.

“Untuk sementara kita masih sidik dan lidik terkait kasus itu. Untuk sementara penyebabnya korban kecelakaan tunggal akibat kecepatan yang tinggi dan hilangkan keseimbangan, sehingga korban jatuh bagian kiri arah Danga di jembatan Dadi Wuwu,” ungkap Kapolsek Ahmad.

Dia menjelaskan kronologis kasus Lakalantas sesaat sebelum Fransiskus meninggal berdasarkan hasil penyelidikan sementara Polisi.

Kata Kapolsek Ahmad, korban Fransiskus bermula diminta bantuan oleh keluarganya untuk membeli gula.

Dalam perjalanan pulang, sepeda motor yang dikendarai korban langsung terjun ke samping kiri dari arah Danga di Jembatan Dadi Wuwu.

Atas kejadian itu korban mengalami luka memar di seluruh tubuh. Korban meninggal setelah sempat dirawat di RSU Aeramo.

Ahmad mengaku, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Supra-X tanpa nomor Polisi.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleIni Kronologis Penembakan Warga di Pesisir Marosi Sumba Barat
Next Article Kerusakan Lapen Jalan Watu Ci’e- Pocong Belum Diperbaiki Kontraktor

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.