Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Meski Dikawal Kejari Manggarai, Proyek Jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong Diduga Bermasalah
HEADLINE

Meski Dikawal Kejari Manggarai, Proyek Jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong Diduga Bermasalah

By Redaksi1 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Papan informasi proyek lapen jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pekerjaan proyek lapen jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur diduga bermasalah.

Padahal proyek ini sudah menelan anggaran hampir mencapai Rp 4 miliar, namun diduga dikerjakan asal jadi.

Sejumlah titik pada proyek yang dibangun tahun 2017 itu kondisi lapennya sudah retak. Kerikil aspal terkupas dan berserakan di mana-mana.

Tampak pula kondisi bagian atas deker pada proyek yang dikerjakan oleh PT Wake Purus Mukun itu belum ditutupi aspal. Bagian atas deker hanya ditutupi pecahan batu.

Anehnya, sejumlah dugaan kejanggalan masih saja ditemukan, meski pelaksanaan proyek dikawal pihak Kejaksaan Negeri Manggarai, sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D).

Padahal, TP4D berfungsi untuk mengawal dan mengamankan, serta mendukung keberhasilan pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya prenventif dan persuasif.

Kerusakan di jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong yang sudah mulai rusak (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Pemerhati sosial asal Manggarai Timur, Laurentius Ni mengatakan, di papan informasi tender sudah jelas tertulis bahwa proyek lapen jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong dikawal oleh Kejari Manggarai.

Hal itu tentu saja menunjukkan kehadiran Kejaksaan bertujuan agar penggunaan uang negara dimanfaatkan sebaik mungkin dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Saya minta dinas PU dan Kejaksaan Negeri Manggarai bisa tindak lanjuti proyek yang bermasalah di Manggarai Timur. Jika ditemukan bermasalah, kontraktornya harus ditindak tegas. Jangan ada lagi konspirasi di sana. Jika ada masalah, harus terus terang kepada publik. Karena proyek itu dikerjakan pakai uang rakyat bukan uang pribadi. Ini era transparansi. Semuanya harus terbuka kepada publik,” tegasnya kepada VoxNtt.com, Senin (30/04/2018).

Baca Juga:

  • Proyek Jalan 4 Miliar di Matim Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi
  • Proyek Jalan 4 Miliar Dangka Mangkang-Watu Nggong Diduga Mangkrak
  • Plt Kadis PUPR Matim Angkat Bicara Soal Jalan Proyek Dangka Mangka-Watu Nggong
  • Deker di Jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong Tidak Ditutupi Aspal
  • Dinas PU dan Kejaksaan Didesak Periksa Proyek Jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong

Dia menambahakan, pengerjaan proyek jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong yang diduga mangkrak harus ditindak tegas.

Menurut Laurens, hal mesti disikapi serius karena telah menghabiskan anggaran negara yang begitu besar, namun hasilnya tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Kejari Manggarai belum berhasil dikonfirmasi seputar proyek jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong tersebut.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDinas PU dan Kejaksaan Didesak Periksa Proyek Jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong
Next Article FMPR Soroti Rendahnya Upah Tenaga Kerja di TTU

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.