Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Koalisi Antiteror NTT Minta Pengelola TV agar Bijak
NASIONAL

Koalisi Antiteror NTT Minta Pengelola TV agar Bijak

By Redaksi13 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi salah satu tempat pasca bom di Surabaya
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Insiden pemboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu, 13 Mei 2018 turut menyita perhatian  12 elemen forum Koalisi Antiteror di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Juru bicara Kopolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, bom meledak di tiga gereja di Surabaya yakni; Gereja Santa Maria di Ngagel, Gereja Pentekosta di jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia di jalan Diponegoro.

Hingga kini dikabarkan sudah 10 orang meninggal dunia dari 41 orang luka-luka dalam insiden tragis tersebut.

Ke-12 elemen yang tergabung dalam koalisi Antiteror pun angkat bicara terkait peristiwa teror di Surabaya.

Ke-12 forum tersebut antara lain; Forum Academia NTT, Madaris Institut, Kompak (Komunitas Peace Maker Kupang), BPP (Badan Pembantu Pelayanan Advokasi) Hukum dan Perdamaian, IRGSC , PIAR, Lakmas Cendana Wangi, Fasilitator Damai NTT, Sobat KBB (Solidaritas Korban Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan) NTT, Gaharu Institut, Pemuda Horeb, dan Brigade Meo

Koalisi Antiteror NTT meminta pengelola Televisi di Indonesia agar bijak dalam menampilkan para tokoh yang membocengi aksi terorisme dan membenarkan aksi kajahatan kemanusian tersebut.

“Tayangan langsung (live) Televisi tanpa analisa memadai hanyalah merupakan tayangan menyebarkan terror,” sebut Koalisi Antiteror NTT dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu sore.

Mereka menyatakan, berkaca pada aksi terorisme yang terjadi di Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya pada beberapa hari terakhir ini, Koalisi Antiteror terhadap warga Negara  dengan tegas menolak provokasi perang yang ditabuhkan lewat aksi-aksi teror yang menyerang aparat Negara, maupun warga yang sedang beribadah.

Indonesia, sebut ke-12 forum itu, bukan Timur Tengah. Indonesia adalah Nusantara yang berdaulat dan mampu menghadapi adu domba dari manapun.

Mereka juga mengimbau agar elite-elite politik Indonesia belajar dari Malaysia. Di negeri jiran tidak menurunkan konflik di kalangan elite kepada masyarakat bawah, tetapi diselesaikan sendiri di kalangan elite.

Koalisi Antiteror NTT dalam rilisnya pula menyampaikan turut berduka dan menyayangkan terjadinya kekerasan demi kekerasan yang terjadi di kota-kota di Indonesia.

Mereka kemudian mengimbau agar warga yang terlibat dan bersimpati terhadap gerakan Antiteror mengingat betapa sulitnya kondisi Negara Indonesia di tahun 1965 dan pasca 1965.

“Ketika itu friksi antar kelompok begitu menguat, dan pembunuhan besar-besaran dianggap merupakan jalan keluar, ternyata setelah empatpuluh tahun kemudian kita tetap tidak mampu keluar dari model politik yang sama dan trauma yang serupa. Seharusnya kita tidak perlu masuk ke dalam jebakan yang sama dan mampu melampaui kondisi ini dalam semangat warga Negara”

Forum Antiteror NTT juga memuji ketenangan Pemerintah Republik Indonesia saat ini dalam menangani terror.

Kendati demikian, mereka meminta agar Polri dan TNI mampu meningkatakan kedisiplinan, dalam situasi siaga dan  mampu mengadakan tindakan pencegahan.

“Kami meminta agar Presiden Republik Indonesia maupun para pemimpin wilayah di berbagai Provinsi, Kota, dan Kabupaten agar melakukan konsolidasi secara maksimal agar situasi kemanan dan ketertiban di Republik Indonesia tetap terpelihara. Apa gunanya kita berpolitik jika rumah kita hangus terbakar?” tulis mereka dalam rilis tersebut.

Tak hanya itu, Koalisi Antiteror juga meminta masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan agar arif dalam menyatakan sikap dan tidak menerima ajakan perang terbuka.

Baca: Pastor Vikjen Keuskupan Surabaya Menceritakan Detik-Detik Menjelang Ledakan Bom di Gereja St. Maria Tak Bercela

Sebaliknya Koalisi Antiteror juga mengharapkan agar semangat warga Negara dikedepankan.

Kemarahan dan aksi kekerasan balik merupakan undangan perang. Untuk itu, warga Negara harus melampaui tipu adu domba yang disampaikan melalui sesama yang sudah dicuci otak.

Penulis: Adrianus Aba

Nasional
Previous ArticlePasca Ledakan Bom, Ini Himbauan Keuskupan Surabaya Untuk Umat Kristen di Indonesia
Next Article KUR 2017 Belum Disalurkan ke Masyarakat Nagekeo

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.