Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»GMNI Nagekeo Kecam Aksi Pengeboman di Surabaya
NASIONAL

GMNI Nagekeo Kecam Aksi Pengeboman di Surabaya

By Redaksi15 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua GMNI Cabang Nagekeo Frederikus Fardin Rewa sedang melakukan orasi megecama kebiadaban terorisme di Lapangan Berdikari Danga. Gambar diambil Selasa malam (15/05/2018) (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo mengecam keras tindakan pengeboman tiga gereja dan di depan Mako Polresta Surabaya-Jawa Timur, serta di Mako Brimob Depok-Jawa Barat, belum lama ini.

Kecaman kebiadaban teroris tersebut disampaikan GMNI dalam aksi damai di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Nagekeo, Selasa malam (15/05/2018).

Sekitar 30-an aktivis GMNI Cabang Nagekeo hadir dalam aksi damai ini. Mereka bersama anggota Polri dan Koramil Aesesa.

Selain mengecamkan tindakan teroris dalam insiden berdarah itu, mereka juga melakukan aksi seribu lilin di Lapangan Berdikari Danga.

Baca Juga: MUI NTT Kutuk Aksi Bom Gereja di Surabaya

Koordinator aksi, Frederikus Fardin Rewa Bai kepada wartawan, Selasa malam sekitar pukul 19.30 Wita, mengatakan, pihaknya menduga ada upaya kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, khususnya antar umat beragama dengan melancarkan aksi-aksi teror.

Menurut Fardin, kejahatan teror yang dilakukan terus-menerus tentu saja membuat rasa takut, tidak nyaman, ingin memecah-belah, dan rasa saling tidak percaya antar anak bangsa.

Selain itu, banyak hal lainnya yang dapat mengakibatkan hilangnya kebhinekaan di Republik Indonesia.

Dalam orasainya, Ferdin turut mendesak instansi terkait untuk cepat menanggapi dan melakukan pencegahan terorisme di Indonesia.

“Kami mendesak DPR RI agar segera menindaklanjuti kejadian ini dengan mempertegas Undang-undang dan regulasi tentang anti terorisme,” tegasnya.

Sarina Feni, salah seorang aktivis GMNI Cabang Nagekeo mengatakan, aksi damai tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya menumpas terorisme di Indonesia.

Menurut Feni, aksi teror di Mako Brimob Depok, Jawa Barat dan tiga gereja di Surabaya telah menyerang moril dan psikologis masyarakat. Akibatnya, masyarakat menjadi trauma.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo Nasional
Previous ArticleTarik Ulur Revisi UU Terorisme, Siapa yang Disalahkan?
Next Article Kapolsek Aesesa: Jika Ada Orang Baru Jangan Cepat Memvonis Teroris

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.