Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»ASN di Matim Ini Turut Meradang Aksi Terorisme di Surabaya
NASIONAL

ASN di Matim Ini Turut Meradang Aksi Terorisme di Surabaya

By Redaksi19 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kobaran api setelah ledakan bom bunuh diri oleh teroris di depan GKI Jalan Diponegoro, Surabaya (Foto: Tribun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Patrik Puung turut meradang dan mengecam aksi terorisme yang mengguncang tiga gereja dan Mako Polrestabes Surabaya-Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Menurut Apratur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Manggarai Timur (Disnakertrans Matim) ini, ulah para teroris sudah mencengkram bangsa Indonesia.

Akibatnya, masyarakat dari Sabang sampai Merauke merasa tidak tenang karena aksi bom bunuh diri para teroris bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

“Saat ini saya tidak bisa katakan bahwa teroris asalnya darimana dan sasarannya kepada siapa? Yang jelas tujuan teroris adalah ingin menghancurkan situasi bangsa kita agar bangsa ini terpecah belah,” ujar Patrik dengan geram kepada VoxNtt.com, Selasa, 15 Mei lalu.

Satu-satunya senjata andalan untuk memerangi teroris saat ini, kata Patrik, alat negara mesti bekerja maksimal dengan berbasis pada ketentuan yang berlaku.

Selain itu, revisi UU antiterorisme di DPR RI harus segera disahkan untuk membangun sinergitas antara TNI dan Polri dalam melawan kejahatan kemanusian terorisme.

Selain mengandalkan alat negara, dia juga mengimbau masyarakat terutama di Kabupaten Matim agar segera membangun pos keamanan lingkungan (Poskamling).

Di kampung-kampung dan desa-desa harus ada Poskamling agar para anak muda bisa menjaga malam dan siang hari.

Di pos ini juga bisa memeriksa dan mengingatkan orang baru yang masuk ke wilayah masing-masing di Matim.

Patrik mengharapkan pula agar masyarakat Matim dan pengurus RT/RW mesti bersama-sama dan bertanggung jawab mengecek semua penghuni kos-kosan dan rumah kontrakan dengan tidak mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Jika hal ini kita lakukan, tentu kecemasan kita terhadap daerah ini pasti tidak akan terjadi,” ujar Patrik.

Namun demikian, dia kembali mengingatkan agar jika ada indikasi adanya teroris, sebaiknya masyarakat sipil tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan ke aparat penegak hukum di masing-masing wilayah di Matim.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Nasional
Previous ArticleKontas Cup Simbol Persaudaraan Pemuda Perbatasan
Next Article Perbaikan Lapen di Golo Wune Tidak Tuntas

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.