Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kelapa Menjadi Komoditi Unggulan di Nagekeo
Ekbis

Kelapa Menjadi Komoditi Unggulan di Nagekeo

By Redaksi21 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Buah kelapa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Tanaman kelapa ternyata menjadi salah satu komoditi unggulan di wilayah Pantai Selatan Kabupaten Nagekeo.

Beberapa dekade terakhir kelapa ternyata pernah menjadi komoditi primadona di wilayah tersebut.

“Sebagian dari kita mungkin pernah mengenal atau mendengar istilah yakni koperasi kopra (Kokop), yang dulu sangat terkenal sebagai tempat jual beli kopra petani. Ketika itu kelapa merupakan sumber mata pencaharian yang utama,” ujar Pjs Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana saat membuka kegiatan sosialisasi Crude Coconut Oil  (CCO) yang berlangsung di Aula Sekda Nagekeo, belum lama ini.

Namun demikian lanjut Kosmas, ketika komoditi perkebunan lainnya seperti cengkih dan kakao mulai dibudidayakan, peran kelapa sebagai satu-satunya sumber pendapatan mulai bergeser secara perlahan.

Padahal kelapa memiliki keunggulan komparatif bila dibandingkan tanaman komoditi lain.

Kelapa cukup bertahan terhadap hama penyakit. Perlakuan pasca panen tanaman kelapa mudah dan sederhana. Pemanfaatan kelapa bukan saja diambil buahnya, tapi hampir tiap bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan.

Kosmas menjelaskan, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), tren permintaan pasar nasional maupun internasional untuk kelapa dan hasil olahannya terus meningkat dengan harga yang relatif tinggi.

Produksi kelapa sudah tidak lagi hanya berupa minyak kelapa atau kopra, tetapi sampai produk lainnya yang bernilai ekonomi tinggi dan mahal.

Namun faktanya, petani di Nagekeo dalam memeroduksi kelapa dijadikan bahan pangan (sayur dan kue) skala rumah tangga.  Oleh petani kelapa juga diolah menjadi kopra dan secara gelondongan dijual ke pasar lokal atau diantarpulaukan dengan harga yang rendah dan tidak menguntungkan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada  pihak Oxfam dan Ai Prisma melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakatnya akan memfasilitasi produksi CCO (Crude Coconut Oil) atau minyak kelapa mentah milik petani kelapa di Kabupaten Nagekeo dan rencana pengembangan bisnis CCO oleh PT  Barco,” tandas Kosmas.

Dikatakannya, petani kelapa akan mendapatkan pembelian minyak kelapa mentah-CCO secara rutin sektor-mitra Oxfam untuk selanjutnya akan dipasarkan  kepada pihak buyer international.

Program pemberdayaan ini tentu saja secara khusus untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pendapatan petani kelapa.

Kosmas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkomitmen mendukung penuh untuk mensukseskan program ini.

Sebab produksi kelapa di Nagekeo cukup besar dengan produktivitasnya juga cukup tinggi.

Hanya mungkin perlu peremajaan lagi karena cukup banyak tanaman tua yang produktivitasnya sudah menurun.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleJika Ada Orang Baru Segera Laporkan ke RT
Next Article Taktis Sebut Anies Baswedan Bersalah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.