Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Hampir Seluruh Desa di Nagekeo Masuk Kategori Tertinggal
VOX DESA

Hampir Seluruh Desa di Nagekeo Masuk Kategori Tertinggal

By Redaksi29 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi desa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Hampir seluruh desa di Kabupaten Nagekeo masuk kategori desa tertinggal.

Selain tertinggal, desa-desa itu juga memiliki penduduk miskin dengan angka yang cukup tinggi.

Sebagian besar pula penduduk di tiap desa di Kabupaten Nagekeo berprofesi sebagai petani yang berpenghasilan dan berpendidikan rendah.

Hal itu disampaikan Pjs. Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana dalam sambutannya pada acara peresmian desa persiapan Leguderu Timur yang berlangsung di Legu, Kecamatan Boawae, belum lama ini.

Menurut Kosmas, pemekaran desa-desa baru merupakan cara bijak untuk mengatasi persoalan serius ketertinggalan, kemiskinan, serta penghasilan dan pendidikan rendah tersebut.

“Untuk itu saya ajak semua masyarakat dukung kelancaran proses pemekaran ini,” ajak Kosmas saat acara peresmian desa persiapan Leguderu Timur itu.

Kosmas mengingatkan pula kepada masyarakat Desa Leguderu tentang hakekat desa persiapan.

Istilah desa persiapan, jelas dia, menunjukkan masih dibutuhkan kerja sama secara berlanjut antara pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholders untuk membenahi berbagai kekurangan menuju desa definitif.

Dalam persiapan tersebut sangat membuntuhkan kearifan semua pihak untuk memahami bahwa perjuangan forum dan seluruh masyarakat belum berakhir.

Sebab itu, Kosmas mengajak masyarakat agar menghindari diri dari cara berpikir dan bertindak yang terkotak-kotak antara desa induk dan desa persiapan.

Sebab cara berpikir dan sikap demikian malah akan melahirkan saling curiga dan saling menghambat.

“Marilah kita semua bergandengan tangan dan bekerja sama untuk membangun desa Leguderu Timur dalam suasana persaudaraan,” pinta Kosmas.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, hingga Mei 2018 sebanyak 33 desa persiapan yang telah diresmikan oleh Pemkab Nagekeo.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePolisi Berhasil Bekuk Terduga Pelaku Penculikan Anak Kasie Pidsus Kejari TTU
Next Article Jenazah TKI Asal Sikka Telantar di Kupang

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.