Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Medsos»Kundrat Mantolas dapat Dukungan Warganet
Medsos

Kundrat Mantolas dapat Dukungan Warganet

By Redaksi30 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasie Pidsus Kejari TTU, Kundrat Mantolas, SH. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Kasie Pidsus Kejari TTU Kundrat Mantolas mendapat dukungan warganet facebook untuk mengusut tuntas sejumlah kasus korupsi di kabupaten itu.

“Maju terus pak Kunrat (Kundrat Mantolas)…tak perlu gentar, sikat habis tikus2 penjarah uang rakyat….,” tulis akun facebook Osi pada kolom komentar di bawah judul berita ‘Kasus Dana Desa Noenasi, Ranti Kore Segera Disidangkan’.

Screenhot komentar netizen facebook

Kundrat Mantolas memang akhir-akhir ini sangat garang dalam mengusut dan menindak tegas sejumlah kasus korupsi di Kabupaten TTU.

Salah satu kasus yang saat ini sedang ditanganinya yakni, dugaan penyalahgunaan Dana Desa Noenasi, Kecamatan Miomafo Tengah.

Dalam kasus yang diduga merugikan keuangan Negara sebesar Rp 400 juta lebih tersebut, Kejari TTU berhasil menyeret tiga terdakwa ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Ketiganya yakni, Peranti Kore alias Ranti selaku supplier, Milikhior Paot Aomenu Kepala Desa Noenasi dan mantan Sekdesnya, Siprianus Olin.

Keganasan Kundrat Mantolas dalam mengusut sejumlah kasus korupsi di TTU membuatnya sering mendapat ancaman teror orang tak dikenal. Bahkan ia sempat ancam dibunuh.

“Kalau ancaman terkait dengan pekerjaan memang banyak, cuman kadang-kadang tidak langsung ke saya melalui orang begitu kan, mau dicelakan, mau dikasih patah tangan, mau dibunuh,” ujar Kundrat Mantolas kepada wartawan di Kupang, Senin, 28 Mei.

Tidak hanya mendapat ancaman bakal dibunuh, putra sulung Kundrat Mantolas yang masih berumur empat (4) tahun sempat diculik orang tak dikenal pada Senin pagi, 28 Mei.

Richad Mantolas, nama putra sulung Kundrat Mantolas diculik di depan rumahnya yang beralamat di Perumahan Budianto Sejahtera Bersama, Blok D, No 38, Jl. Fatudela II, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kasus penculikan itu bermula saat Richad bersama adik dan asisten rumah tangga (ART) keluar dari rumah. Ketiganya pergi ke sebuah warung yang terletak di samping rumah Kundrat Mantolas untuk berbelanja.

Baca Juga: Putra Kasie Pidsus Kejari TTU Diduga Jadi Korban Penculikan

Saat itu, di depan rumahnya tampak sebuah mobil Avansa berwarna putih sedang parkir. Di dalam mobil itu terdapat dua orang tak dikenal.

Salah satunya mengenakan jaket dan muka ditutupi masker.

Gelagat kedua orang tak dikenal tersebut tampak mencurigakan, sebab beberapa kali mondar mandir ke warung namun tidak membeli apapun.

Sesampai di depan warung, adik Richad malah berlari ke bagian belakang. Sang ART pun mengikutinya dan Richad ditinggal sendirian.

Saat ART dan adiknya kembali, Richad hilang di depan warung dan mobil Avansa tersebut juga sudah tidak ada lagi.

Pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut pun langsung melaporkannya ke Polisi.

Alhasil, Polres Kupang Kota dan Polda NTT hingga kini berhasil memburu sejumlah pelaku penculikan.

Sementara Richad sendiri ditemukan dalam keadaan sehat oleh Polisi.

Baca Juga: Polisi Berhasil Bekuk Terduga Pelaku Penculikan Anak Kasie Pidsus Kejari TTU

Kasus penculikan tersebut disebut-sebut masih berhubungan dengan pekerjaan Kundrat Mantolas sebagai Kasie Pidsus Kejari TTU.

Meski sempat mendapat musibah, namun Kundrat Mantolas sendiri mengaku tak gentar.

Ia menyatakan akan tetap fokus memeroses kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa Noenasi hingga tuntas.

“Kami semua dalam keadaan baik-baik saja saat ini dan saya pastikan akan terus fokus untuk menuntaskan kasus penyalahgunaan dana desa ini hingga tuntas,” ujar Kundrat Mantolas kepada VoxNtt.com, Rabu, 30 Mei.

 

Penulis: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleSatu Lagi, Pelaku Penculikan Putra Kasie Pidsus Kejari TTU Ditangkap Polres Kupang Kota
Next Article Polisi Belum Serahkan Berkas Lima Tersangka Kasus Korupsi PLTS Nagekeo ke Jaksa

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.