Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Nagekeo Ada 11.143 Hektare Lahan Basah
Regional NTT

Di Nagekeo Ada 11.143 Hektare Lahan Basah

By Redaksi14 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Secara keseluruhan Kabupaten Nagekeo memiliki potensi lahan basah (irigasi) seluas 11.143 hektare.

Hingga kini yang sudah difungsikan seluas 4.598 hektare. Dikabarkan masih ada lahan-lahan yang berpotensi untuk penambahan sawah baru seluas 6.545 hektare.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena dalam laporannya pada acara penanaman perdana padi sawah di lahan Irigasi Mbay Kiri, Kamis (07/06/2018) lalu.

Menurut Wolfgang, luas lahan tersebut  yang tersebar di tujuh  Kecamatan.

Perinciannya masing-masing; Kecamatan Keo Tengah seluas 200 hektare, Mauponggo seluas 863 hektare, Nangaroro 69 seluas hektare, Boawae seluas 3.414 hektare, Aesesa 1.309 hektare, Aesesa Selatan 150 hektare dan Wolowae 540 hektare.

Pada tahun anggaran  2017 jelas Wolfgang, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan perluasan buka lahan sawah sebanyak 100 hektare dengan dukungan  anggaran Rp. 1.600.000.000.

Kegiatan perluasan buka lahan sawah ini lanjut dia, melibatkan instansi pemerintahan lainnya (IPL) dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia dari Korem 16 Wirasakti Kupang.

Dikatakannya, di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa rencana cetak sawah bari seluas 203 hektare dari luas keseluruhan daerah irigasi Mbay Kiri 530 hektare.

Sedangkan yang sudah dicetak pada tahun anggaran 2017 seluas 100 hektare dengan jumlah petani penerima sebanyak 200 orang. Para petani ini tergabung dalam kelompok tani Desa Waekokak.

Wolfgang  mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama P3A di Daerah lrigasi Mbay pada 3 Mei 2018 lalu, telah dilakukan pembukaan air Irigasi Ke KM II Mbay Kiri dan pada penanaman perdana padi di lahan yang sudah siap seluas 10 hektare.

Sedangkan 90 hektare lainnya tetap dilakukan pengolahan dan penanaman, sehingga secara keseluruhan 100 hektare sudah tertanam.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePetani Diminta Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo 2:1
Next Article Fasilitas PDAM Menuju Benteng Jawa Mubazir

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.