Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Petani Diminta Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo 2:1
Regional NTT

Petani Diminta Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo 2:1

By Redaksi14 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi petani sawah (Foto: organikganesh.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Nagekeo, Matilda Aso meminta para petani sawah agar menanam padi dengan sistem jajar legowo 2:1.

Sistem tanam jajar legowo 2:1 merupakan sistem tanam pindah antara dua barisan tanaman terdapat lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman dan dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris.

Menurut Matilda, keunggulan dari sistem tanam jajar legowo 2:1 dapat meningkatkan populasi tanaman dan meningkatkan hasil produksi.

Selain itu, dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 bisa mempermudah pemupukan dan sistem pengendalian hama dan penyakit.

Dia mengaku, untuk produksi berdasarkan pengalaman masyarakat selama ini dan hasil uji coba panen dalam satu hektare bisa mencapai 9-11 ton padi.

Kendati memang tak hanya sistem tanam jajar legowo 2:1 yang meningkatkan hasil panen.

Kata Matilda, ada aspek lain yang mendukung dan perlu mendapatkan perhatian dari para petani bila ingin hasil sawahnya maksimal.

Aspek lainnya seperti para petani perlu menerapkan Sapta Usaha Tani.

Sapta Usaha Tani tersebut yakni pemilihan bibit yang unggul, pemupukannya dilakukan sesuai dengan dosis dan anjuran, pengendalian hama dan penyakit dengan penerapan sistem terpadu, pengendalian Air, pengendalian gulma, penerapan panen dan pasca panen dan yang terakhir yakni pemasaran.

“Jadi hasil sawah bisa maksimal mesti di dukung dengan pola sapta usaha tani,” kata Matida, belum lama ini.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSortir Surat Suara, Wakapolsek Aesesa Minta KPU Nagekeo Satu Hati
Next Article Di Nagekeo Ada 11.143 Hektare Lahan Basah

Related Posts

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026
Terkini

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.