Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)

Mbay, Vox NTT- Secara keseluruhan Kabupaten Nagekeo memiliki potensi lahan basah (irigasi) seluas 11.143 hektare.

Hingga kini yang sudah difungsikan seluas 4.598 hektare. Dikabarkan masih ada lahan-lahan yang berpotensi untuk penambahan sawah baru seluas 6.545 hektare.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena dalam laporannya pada acara penanaman perdana padi sawah di lahan Irigasi Mbay Kiri, Kamis (07/06/2018) lalu.

Menurut Wolfgang, luas lahan tersebut  yang tersebar di tujuh  Kecamatan.

Perinciannya masing-masing; Kecamatan Keo Tengah seluas 200 hektare, Mauponggo seluas 863 hektare, Nangaroro 69 seluas hektare, Boawae seluas 3.414 hektare, Aesesa 1.309 hektare, Aesesa Selatan 150 hektare dan Wolowae 540 hektare.

Pada tahun anggaran  2017 jelas Wolfgang, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan perluasan buka lahan sawah sebanyak 100 hektare dengan dukungan  anggaran Rp. 1.600.000.000.

Kegiatan perluasan buka lahan sawah ini lanjut dia, melibatkan instansi pemerintahan lainnya (IPL) dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia dari Korem 16 Wirasakti Kupang.

Dikatakannya, di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa rencana cetak sawah bari seluas 203 hektare dari luas keseluruhan daerah irigasi Mbay Kiri 530 hektare.

Sedangkan yang sudah dicetak pada tahun anggaran 2017 seluas 100 hektare dengan jumlah petani penerima sebanyak 200 orang. Para petani ini tergabung dalam kelompok tani Desa Waekokak.

Wolfgang  mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama P3A di Daerah lrigasi Mbay pada 3 Mei 2018 lalu, telah dilakukan pembukaan air Irigasi Ke KM II Mbay Kiri dan pada penanaman perdana padi di lahan yang sudah siap seluas 10 hektare.

Sedangkan 90 hektare lainnya tetap dilakukan pengolahan dan penanaman, sehingga secara keseluruhan 100 hektare sudah tertanam.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba