Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Aksi Masyarakat Sumba, Polisi Bongkar Paksa Pagar Blokade
NTT NEWS

Aksi Masyarakat Sumba, Polisi Bongkar Paksa Pagar Blokade

By Redaksi5 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Sumba Saat Menyaksikan Pembokaran Paksa Yang Dilakukan Oleh Polres Sumba Timur, Rabu 4 Juli 2018 (Foto: Dedy Holo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sampai dengan Rabu sore (04/07/2018) sekitar pukul 18.00 Wita, sudah di hari kedua pendudukan lahan oleh masyarakat di lokasi perkebunan tebu yang dikelola PT Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Umalulu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlanjut.

Sejak pukul 14.00 Wita sesuai ultimatum yang diberikan masyarakat kepada pihak perusahaan untuk menghadirkan pimpinan perusahaan 1×24 jam tidak terpenuhi. Massa aksi pun mulai bergerak meninggalkan lokasi yang sebelumnya mereka duduki bergeser sedikit lebih jauh di pintu masuk perusahaan.

“Aksi ini kemudian dilanjutkan dengan pemagaran lokasi perkebunan, ini sikap keras masyarakat sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan dan pemerintah terkait pesoalan lahan,” ujar koordinator lapangan Umbu Tomi dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Rabu malam (04/07/2018).

Menurut Umbu, sampai dengan Rabu siang, perwakilan pemerintah daerah dan DPRD masih bungkam terkait persoalan lahan di Desa Umalulu.

“Selang beberapa jam setelah blockade berlangsung, masyarakat terus menjaga pagar dan tidak memperbolehkan pihak perusahaan untuk melintas, Pihak perusahaan hanya diperbolehkan keluar, tidak boleh masuk kembali,” pintanya.

“Aksi ini sempat mendapat protes dari pihak penjaga perusahaan maupun pihak keamanan yang sedang berada dalam lokasi yang sudah terisilir. Kerasnya upaya masyarakat mempertahankan hingga mereka hanya bias pasrah,” tambahnya.

Baca Juga: Ribuan Masyarakat Sumba Duduki Lahan yang Dikelola PT. MSM

Wakil Kapolres Sumba Timur Vitalis Nggoang H. Sobakyang sedang berada dalam lokasi tersebut, kata dia, memilih keluar menunggu di depan jalan raya sambil terus memantau aktivitas masyarakat.

Dalam jedah beberapa waktu, Kapolres Sumba Timur Viktor M. Silalahi, kemudian datang bersama jajarannya.

“Kehadiran Kapolres awalnya memberikan angin segar bagi masyarakat, hingga berujung lobi meminta masyarakat membongkar pagar blockade dalam waktu satu jam,” tandasnya.

“Tetapi permintaan ini tidak dipenuhi masyarakat dengan alasan, pagar yang dibuat berada di wilayah milik masyarakat, bukan dalam lahan perkebunan tebu,” lanjutnya.

Kapolres Sumba Timur lanjut dia, kembali memberikan waktu 30 menit, lagi-lagi masyarakat tidak memenuhi permintaan Kapolres. Tetapi masyarakat tetap menunggu pihak pemerintah, DPRD maupun perusahaan hadir di lokasi.

“Lobi ini berlangsung sekitar dua jam, karena tidak menemukan kesepakatan antara pihak masyarakat dengan pihak keamanan,” katanya.

Dia menambahkan, bantuan TNI, SatpolPP, Kapolres Sumba Timur memimpin langsung pembongkaran paksa pagar blockade yang dibuat masyarakat.

“Aksi pembongkaran paksa ini sama sekali tidak mendapat perlawanan dari pihak masyarakat. Dengan komando yang diberikan korlap massa tetap duduk sambil menonton aksi heroik para pihak kemanan Sumba Timur,” kesalnya.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Adrianus Aba

Kota Kupang Sumba Timur
Previous ArticlePasangan Marianus-Emi Menang di Ende
Next Article Dinas PK Matim Gelar Bimtek Pendidikan Keluarga

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.