Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»ROMA Ajak DPRD Sikka Hemat Anggaran
Regional NTT

ROMA Ajak DPRD Sikka Hemat Anggaran

By Redaksi2 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paket ROMA melakukan registrasi saat pendaftaran di KPUD Sikka pada Selasa 09 Januari 2018 (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Meski belum dilantik, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sikka terpilih, Robi Idong dan Romanus Woga (ROMA) meminta DPRD Sikka untuk melakukan gerakan penghematan anggaran.

Bupati terpilih, Robi Idong mengatakan gerakan penghematan harus dilakukan juga oleh semua pihak termasuk DPRD Sikka.

“Kami ingin semua pihak turut dalam gerakan penghematan APBD. Kami akan minta DPRD untuk turut berhemat,” terang Robi Idong kepada VoxNtt.com di kediamannya pada Kamis (26/7/2018) lalu.

DPRD harus mengurangi biaya yang tidak perlu salah satunya adalah studi banding. Pasalnya studi banding ini cukup menghabiskan banyak uang rakyat.

Robi dan Romanus sudah mulai melakukan penghematan meskipun keduanya belum dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2018-2023.

Tercatat setidaknya telah terjadi penghematan anggaran sebesar Rp 1 Milar lebih. Dana tersebut sedianya akan digunakan untuk membeli mobil dinas baru dan perabotan rumah jabatan.

“Hasil penghematan akan kita gunakan untuk membiayai Kartu Sikka Sehat,” terangnya.

Sementara itu, organiser tani dari Yayasan Wahana Tani Mandiri, Mus Muliadi mengapresiasi niat politik ROMA.

Menurutnya selama ini DPRD banyak menghabiskan uang untuk perjalanan studi banding dan asistensi atau konsultasi.

“Konsultasi, asistensi dan studi banding memang perlu namun tidak harus semuanya pergi atau biayanya bisa ditekan,” tegas Mus Muliadi kepada VoxNtt.com pada Rabu (01/08/2018).

Menurut dia rakyat lebih membutuhkan anggaran tersebut. Oleh karena itu, dirinya berharap DPRD Sikka turut serta dalam gerakan penghematan ini.

“Intinya kurangi jalan-jalan yang tidak penting dan menghabiskan uang rakyat,” tandasnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleProyek Pasar Buah Larantuka Mencurigakan
Next Article Pemuda Perbatasan Dilatih Berwirausaha

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.