Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»TKI Asal Belu Pulang dengan Peti Mati
Human Trafficking NTT

TKI Asal Belu Pulang dengan Peti Mati

By Redaksi3 Agustus 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah TKI Asal Belu, Regina Banco Saat Tiba di Bandara Eltari Kupang, Kamis 2 Agustus 2018 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Regina Banco (38), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pulang dengan peti mati Kamis, (02/08/2018) siang, sekitar pukul 13:00 Wita.

Dalam surat keterangan kematian bernomor: 0647/SK-JHN/08/2018, diterangkan kematian Regina disebabkan Gastrointestinal Hemorrhage With Coagulopathy. 

Frid Jong Kune, keluarga almarhumah, mengatakan, pihak keluarga mendengar kabar duka tersebut pertama kali dari keluarga yang bekerja di Malaysia.

“Kami diberi tahu kalau Regina meninggal karena kangker payudara di Malaysia pada 31 Juli 2018 lalu,” kata Frid kepada VoxNtt.com, Kamis (2/8/2018) siang.

BP3TKI Tidak Tahu

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Timoteus K. Suban, mengatakan, kedatangan jenazah Regina tidak diketahui sebelumnya.

Pihak BP3TKI Kupang, kata Timoteus, hanya mengetahui kedatangan jenazah TKI asal Ende yang juga datang hari itu.

“Sampai di sini baru kita tahu kalau hari ini ada dua jenazah yang datang. Jadi, tadi saya koordinasi dengan keluarganya biar kita yang bantu. Nanti kita yang antar sampai di rumah duka” kata Timoteus.

Menurut pihak BP3TKI Kupang, Regina diberangkatkan ke Malaysia pada tahun 2016 lalu. Almahrumah diberangkatkan secara ilegal.

“Kita sudah cek didatanya kita, tidak ada nama Regina, ” ujarnya.

Penulis  : Tarsi Salmon

Editor    : Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticlePolres Mabar Dalami Kebakaran di Gililawa
Next Article Bapegdiklat TTU Salah Tafsir Surat Kemenpan-RB

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.