Melkior Merseden Sehamu alias Eki (tengah) didampingi dua pengacaranya, Yance Janggat dan Hironimus Ardi (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT- Melkior Merseden Sehamu alias Eki akhirnya resmi melaporkan Rensi Ambang ke Polres Manggarai, Senin (27/08/2018).

Rensi Ambang yang adalah penyanyi lokal Manggarai dilaporkan Eki seputar kasus dugaan penganiayaan yang hingga kini videonya beredar luas di jagat maya.

Warga asal Nampar Macing, Kabupaten Manggarai Barat itu datang melapor dengan didampingi pengacaranya Yance Janggat dari Janggat Yance SH and Hironimus Ardi SH, dkk Law Officee Lawir Ruteng.

Pantauan VoxNtt.com, Eki yang mengenakan sweater hijau tua turun dari mobil berwarna silver di Kantor Polres Manggarai pukul 14.00 Wita.

Eki yang diwawancarai VoxNtt.com sesaat sebelum divisum di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng mengaku, datang dari Nampar Macing sekitar pukul 09.00 Wita. Dia datang dengan menggunakan sepeda motor.

Dia melaporkan Rensi Ambang karena merasa telah dianiaya pada Kamis, 23 Agustus 2018 lalu.

“Saya merasa sangat dirugikan karena telah dianiaya secara bersama-sama dengan memviralkan video (dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Rensi Ambang),” ujar Eki di depan Kantor Polres Manggarai.

Sementara itu, Yance Janggat kuasa hukum Eki berharap agar pihak Polres Manggarai menjerat Rensi Ambang dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Melkior Merseden Sehamu alias Eki saat diambil keterangan di Kantor Polres Manggarai (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

“Yang pasti pasal yang dipakai tentu dalam perkembangan penyelidikan polisi,” jelas Yance.

Kemudian, ia juga berharap agar polisi bisa menggunakan UU ITE untuk menjerat Rensi Ambang karena telah menyebarkan video dugaan tindakan penganiayaan kepada kliennya Eki.

Dikabarkan sebelumnya, video dugaan penganiayaan oleh penyanyi lokal bernama Rensi Ambang kepada Eki sudah beredar luas di jagat maya.

Dalam video berdurasi 11 menit 18 detik itu, tampak Rensi Ambang beberapa kali menampar dan meninju Eki.

Penganiayaan itu dilakukan Rensi Ambang sambil mendesak Eki agar meminta maaf lewat video siaran langsung facebook.

Tak hanya Rensi, istri dan anak sulungnya juga ikut menampar Eki di bagian wajah.

Informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan itu terjadi di kediaman Rensi Ambang yang beralamat di Waso, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada Kamis, 23 Agustus 2018 lalu.

Eki dianiaya karena diduga telah mengajak selingkuh istri Rensi Ambang lewat pesan facebook.

Kabarnya, Eki mengganggu Cantika Alva Ambang yang diketahui akun milik istri Rensi Ambang.

 

Penulis: Ardy Abba