Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Menteri Pariwisata Minta Pemkab Belu Kembangkan Wisata Perbatasan
NASIONAL

Menteri Pariwisata Minta Pemkab Belu Kembangkan Wisata Perbatasan

By Redaksi5 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya bersama Bupati Belu Wilynrodus Lay dan sejumlah pimpinan Forkopimda di Belu (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu mengembangkan wisata perbatasan (border tourism).

Hal itu untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan asing ke daerah perbatasan RI-RDTL di Belu.

Arief menambahkan, selain sebagai Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Motain seharusnya dijadikan sebagai bisnis wisata di perbatasan kedua Negara.

Dirinya sangat yakin bahwa Presiden Jokowi Widodo juga memiliki visi yang sama dalam mengembangkan daerah perbatasan sebagai ruang tamunya Negara Republik Indonesia.

“Setelah dibangun, perlu mendatangkan wisman ke PLBN Motain dengan membuat kegiatan-kegiatan atraktif seperti yang dibuat di Batam, sehingga hampir setiap weekend ibu-ibu akan datang berbelanja di sini,” ujar Menteri Arief di sela-sela kunjungannya di Belu, Jumat (05/10/2018).

Seharusnya, kata dia, Pemkab Belu membuat pasar yang lebih lengkap di PLBN. Apabila pasar tersebut dikelola secara baik, maka akan menjadi daya tarik tersendiri untuk Negara tetangga.

“Sekali pasar kita sangat lengkap maka orang Timor Leste akan belanjanya di sini. Di sini juga saya merasa bisa menjadi seperti perbatasan lain yang sudah maju dengan adanya atraksi wisata atau destinasi wisata,” katanya.

Menurut Menteri Arief, secara umum saat ini industri pariwisata Indonesia sedang difokuskan pada pengembangan border tourism.

Karena itu, apabila pasar itu ada di perbatasan Negara RI-RDTL, maka tidak boleh mahal.

Ia mengharapkan agar para petugas perbatasan dapat mempermudah masyarakat pelintas.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous ArticleHadiri Pesta Pernikahan, Warga Manumutin Kota Atambua Dibacok
Next Article Tebe NKRI Simbol Kokohnya Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.