Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kasus Tanah di Lingko Rohak Tidak Bisa Disebut Penyerobotan
Regional NTT

Kasus Tanah di Lingko Rohak Tidak Bisa Disebut Penyerobotan

By Redaksi16 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Wira Satria Yudha (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kasus tanah di Lingko Rohak, Kampung Rohak, Desa Bangka Dese, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai tidak bisa dikategorikan penyerobotan dan pengrusakan menurut hukum positif.

Hal itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Wira Satria Yudha seputar kasus laporan dugaan penyerobotan dan pengrusakan lahan di Lingko Rohak.

Kasus tersebut dilaporkan oleh Damasus Jehani (46), warga yang disebut-sebut sebagai ahli waris atas tanah bermasalah di Lingko Rohak.

Sementara terlapor yang diduga telah melakukan penyerobotan tanah milik Gabriel Gandur, ayah dari Damasus Jehani tersebut terdiri dari tujuh orang.

Ketujuh orang tersebut, masing-masing, Sabinus Syukur, Paulus Lagem, Hendrikus Budiman, Tobias Gande, Kanisius Mahur, Paskalis Ripa, dan Ambros Midal.

Kasat Yudha mengatakan dalam penyelidikan kasus tersebut, pihaknya juga bertumpuh pada putusan Pengadilan Negeri (PN) Ruteng tertanggal 4 Januari 2018.

Dalam keputusan majelis hakim PN Negeri Ruteng menyatakan, gugatan para penggugat Marsel Pait, Dkk konpensi/ tergugat Gabriel Ganggur rekopensi ditolak untuk seluruhnya. Artinya tidak ada pihak yang kalah dan tidak ada pihak yang menang.

Selanjutnya, putusan PN Ruteng tersebut kemudian dikuatkan dalam putusan banding dari Pengadilan Tinggi Kupang.

Menurut Kasat Yudha, gugatan baik penggugat maupun tergugat dalam PN Ruteng ditolak karena tidak memiliki alas yang sah menurut hukum positif. Dari keduanya, tidak bisa menunjukan surat-surat kepemilikan dan sertifikat tanah.

“Perbuatan terlapor tidak bisa dikategorikan penyerobotan. Sepanjang pelapor atau terlapor tidak memiliki dokumen atas tanah,” ujar Kasat Yudha kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018).

Ia kembali menegaskan, secara hukum positif tidak bisa diproses dengan maksud adanya tindakan penyerobotan, sebab hak atas tanah masih milik desa atau milik umum.

“Dia tanah adat kemudian ada kesepakatan antara mereka untuk menggunakan pasir. Intinya tidak ada dokumen atau alas hak atas tanah itu,” katanya.

Menurut Kasat Yudha, pihaknya juga sudah memeriksa pelapor dan terlapor seputar kasus dugaan penyerobotan dan pengrusakan tanah tersebut.

Karena tidak bisa dibuktikan hak kepemilikan pribadi, maka pihak Yudha berencana untuk berkoordinasi dengan Pemkab Manggarai dalam menyelesaikan konflik tanah di Lingko Rohak.

“Karena ini kearifan lokal, maka ke depan kami membutuhkan keterlibatan Pemda. Kita upayakan dulu mediasi,” ujarnya.

 

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleBagaimana Politik Simbolisme “Menjenazahkan” Nalar Publik
Next Article Diterpa Angin, Siswa SDN Nengkal Belajar di Gedung Tanpa Atap

Related Posts

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.