Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Ruteng Akan Aksi Tolak Radikalisme di Labuan Bajo
MAHASISWA

PMKRI Ruteng Akan Aksi Tolak Radikalisme di Labuan Bajo

By Redaksi17 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Servasius S. Jemorang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng akan menggelar aksi damai menolak tindakan radikalisme dan pergerakan kelompok-kelompok intoleran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Jumat, 19 Oktober 2018 mendatang.

Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Servasius S. Jemorang mengatakan, aksi damai tersebut  nantinya menyasar di sejumlah instansi di Mabar.

Itu antara lain, Polres Mabar, Kantor Bupati dan DPRD setempat. Selanjutnya, PMKRI Ruteng akan menggelar pertemuan dengan tokoh agama dari MUI dan Kevikepan Labuan Bajo.

Servas mengatakan, PMKRI Ruteng secara tegas mendesak Polres Mabar untuk melakukan pengawasan lebih ekstra dalam menangkal gerakan-gerakan kaum radikal dan intoleran.

Demikian juga dengan pemerintah dan tokoh-tokoh agama. PMKRI Ruteng meminta agar tetap waspada dan peka terhadap kehadiran kaum-kaum radikal di Labuan Bajo.

Kemudian, aksi tersebut sekaligus mendobrak kesadaran masyarakat agar peka terhadap kehadiran kaum intoleran dan radikal di kota ujung barat Pulau Flores itu.

“Kami mengajak masyarakat untuk kerja sama terutama dalam memberikan informasi kepada pihak keamanan apabila ada indikasi-indikasi prilaku dan aktivitas kelompok dan orang-orang yang merusak keberagaman dan anti pancasila,” ujar Servas kepada VoxNtt.com, Rabu malam (17/10/2018).

Apalagi Labuan Bajo, lanjut dia, adalah pintu masuk bagi semua orang yang hendak berkunjung ke Flores dan NTT.

Baca Juga: Hanya Butuh Waktu 5 Jam, PMKRI Ruteng Kumpulkan 19 Juta

Sebab itu, perlu ada pengawasan dan keamanan yang ekstra dari pihak Kepolisian.

Kemudian, membuntuhkan kepekaan masyarakat dan pemerintah dalam rangka memerangi keberadaan kelompok-kelompok intoleran dan radikalisme di Labuan Bajo.

 

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai PMKRI Ruteng
Previous ArticleAnggota DPRD Matim dari PDIP Ini Tanggapi Tudingan Wili Nurdin
Next Article Sambut Sumpah Pemuda, BMPS NTT Gelar Gebyar SMA/SMK

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.