Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Dinas Pertanian Menyesalkan Kisruh Kelompok Tani di Magepanda
KOMUNITAS

Dinas Pertanian Menyesalkan Kisruh Kelompok Tani di Magepanda

By Redaksi7 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rekonsiliasi Kelompok Tani Gading Gatangdi BPP Magepanda. (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT – Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menyesalkan kisruh yang terjadi di kelompok tani Gaging Gatang dan Kembang Done Magepanda.

Y.E. Satriawan Sadipun, Sekretaris Dinas Pertanian kepada voxntt.com pada Senin, (06/11) menjelaskan, semua bantuan untuk kelompok tani pada dasarnya diperuntukan kepada petani dan untuk kegiatan instalasi air tanah dangkal kapasitas sedang.

“Program bantuan ini dikerjakan secara swakelola. Tidak ada yang namanya lobi ketua kelompok kepada orang dinas, apa lagi sampai beri sarung itu,” jelas Sadipun.

Pembangunan sumur bor dangkal juga kata dia, harusnya diketahui semua anggota kelompok. “Soal kejanggalan yang dikemukakan oleh bendahara kelompok itu sangat kami sayangkan,” kesalnya.

Ketua kelompok tegas Sadipun, seharusnya proaktif kepada semua anggota kelompoknya. Menurutnya, sama sekali tak ada yang namanya bantuan untuk petani lalu yang tahu hanya orang dinas dan ketua kelompok.

Lebih jauh Sadipun mengemukakan, pihaknya telah memediasi persoalan pada dua kelompok tani pada Sabtu (27/10). Menurutnya, ketua kelompok harusnya proaktif untuk menyampaikan kepada semua anggota tentang bantuan untuk petani.

Terkait dualisme adanya bendahara, dia menyarankan agar hal itu tidak boleh terjadi selama tidak ada kesepakatan dalam kelompok.

Dalam mediasi tersebut semua anggota kelompok tani bersepakat untuk melihatnya sebagai pembelajaran positif kedepannya agar tidak terulang kembali.

Sadipun juga mengemukakan, dalam waktu dekat pihak dinas akan turun kembali untuk memantau pekerjaan pembangunan instalasi tanah dangkal.

Maria Fatima, bendahara kelompok tani Gaging Gatang kepada voxntt.com pada Rabu, (07/11) meminta pihak pertanian untuk memeriksa kembali pembangunan sumur bor yang sudah dikerjakan.

“Semua anggota kelompok kami bersepakat agar ketua kelompok juga akan kami ganti. Tetapi, harus terlebih dahulu mempertanggungjawabkan semua keuangan dari proses pengerjaan sumur bor dangkal kepada semua anggota kelompok,” Tandas Fatima.

Penulis: Hengky Ola Sura

 

 

 

 

Dinas Pertanian Sikka Sikka
Previous ArticleKondisi Gedung DPRD Kabupaten Kupang Memprihatinkan
Next Article Dugaan Korupsi, Inspektorat Matim akan Turun ke Desa Pocolia

Related Posts

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026

DPRD NTT Desak Polisi Usut Dugaan TPPO Pekerja Pub di Sikka

16 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.