Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Aneh, Proyek Dikawal Kejaksaan Malah Berkualitas Buruk
Regional NTT

Aneh, Proyek Dikawal Kejaksaan Malah Berkualitas Buruk

By Redaksi27 November 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Papan tender proyek di Matim yang dikawal Kejaksaan Negeri Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Partai Solidaritas Indonesia Cabang Manggarai Timur turut menyoroti kualitas proyek infrastruktur di kabupaten itu yang berkualitas buruk.

Pasalnya, setiap hari pemberitaan tentang kualitas proyek yang buruk selalu menjadi sorotan di berbagai media massa, baik online maupun cetak.

“2017 temuan Pansus DPRD 90% proyek di Matim berkualitas buruk. Hal yang sama nyaris terjadi pada tahun 2018 ini. Lihat saja di berbagai media selalu muncul proyek yang dikerjakan asal jadi,” tegas ketua DPD PSI Matim, Pankrasius Purnama kepada VoxNtt.com di Borong, Selasa (27/11/2018).

Padahal, kata dia, hampir semua proyek di Matim dikawal Kejaksaan Negeri Manggarai. Tetapi anehnya, malah berkualitas buruk.

Atas kondisi itu, ia meminta DPRD Manggarai Timur untuk mengevaluasi kerja sama pemerintah daerah dan pihak kejaksaan sebagai tim pengawal dan pengaman pembangunan pemerintah daerah.

“Kerja sama itu mesti dievaluasi. Tujuannya kan untuk selamatkan uang negara. Tetapi kalau begini, masyarakat yang jadi korban. Bukan malah menjaga kualitas malah tambah buruk. Jangan sampai ada dugaan konspirasi dalam kerja sama itu,” tegas Purnama.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur di Matim diuntungkan karena kontrol yang begitu ketat dari media massa. Jika tidak, proyek pembangunan infrastruktur yang begitu buruk dibiarkan begitu saja.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleRaih Juara 1 Olimpiade Bahasa Jerman, Lusy Bata akan Bersaing ke Tingkat Nasional
Next Article Rasionalisasi Bosda dan THL, Adven Peding: Ke Depan Tidak Lagi Liar

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.