Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Rasionalisasi Bosda dan THL, Adven Peding: Ke Depan Tidak Lagi Liar
VOX GURU

Rasionalisasi Bosda dan THL, Adven Peding: Ke Depan Tidak Lagi Liar

By Redaksi28 November 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim, Adven Peding
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Rencana Pemerintah Manggarai Timur (Pemkab Matim) untuk merasionalisasi guru bos daerah (Bosda) dan seluruh tenaga harian lepas (THL) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menuai banyak tanggapan.

Salah satunya datang dari anggota DPRD Matim, Adven Peding.

Politisi NasDem itu mengharapkan agar penempatan THL di setiap OPD di Matim harus sesuai dengan kompetensi, analisa kebutuhan yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Tidak lagi liar. Job description harus jelas.  Sehingga ke depannya mereka penempatannya diperkuat dengan SK Bupati,” tegasnya kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/11/2018).

Adven mengungkapkan, menurut Pemkab Matim saat ini telah terjadi kelebihan THL, sehingga perlu dievaluasi.

“Karena ini domain pemerintah, ya silahkan pemerintah menghitung secara cermat,” katanya.

Dalam evaluasi tersebut, Adven sangat mengharapkan agar Pemkab Matim bisa memetakan terlebih dahulu berapa total guru Bosda dan THL saat ini.

Baca Juga: Rasionalisasi Bosda dan THL, DPRD Matim Tidak Setuju

Kemudian, disesuaikan dengan kebutuhan atau bidang pelajaran. Penempatannya juga tentu harus benar-benar dibutuhkan oleh sekolah yang bersangkutan.

“Tidak boleh kelebihan di pusat kota, bukan lagi asal titip menitip. Tentu disesuaikan dengan jurusannya,” ujar anggota DPRD Matim dari Dapil Borong-Rana Mese itu.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Bosda Manggarai Timur
Previous ArticleAneh, Proyek Dikawal Kejaksaan Malah Berkualitas Buruk
Next Article DPRD Nilai APBD Nagekeo Tahun 2019 Sangat Rasional

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.