Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sisir Lenyap di Kejari Manggarai
VOX DESA

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sisir Lenyap di Kejari Manggarai

By Redaksi1 Desember 20184 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Kejari Manggarai, Sukoco (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kasus dugaan korupsi dana desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)  tahun 2015 dan 2016 berpotensi lenyap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai.

Kepala Kejari Manggarai, Sukoco mengaku, belum mengetahui laporan dugaan korupsi dana desa Sisir tersebut. Padahal, masyarakat peduli desa Sisir sudah melaporkan ke Kejari Manggarai pada 5 Juni 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Sukoco setelah ditanyai oleh Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Servasius S Jemorang saat beraudiensi di Aula Kejari Manggarai, Jumat (30/11/2018).

Ia mengatakan, saat dirinya dilantik menjadi Kajari Manggarai pada 11 Oktober 2017 lalu, laporan dugaan korupsi dana desa Sisir tidak ikut diserahkan.

“Saya bukannya mengelak ya, nanti kalau memang nggak ada tetap kita cari,” ujar Sukoco di hadapan puluhan aktivis PMKRI Cabang Ruteng.

Kendati saat ini berkas laporan dugaan korupsi dana Sisir tidak ada, namun ia berjanji tetap akan mencari kembali di kantor Kejari Manggarai.

“Terus terang aja, memang saya juga baru tahu bahwa ini ada desa Sisir yang belum terselesaikan. Karena mungkin kasi-kasi saya di sini orang baru juga, termasuk kasi intel, kasi pidsus juga. Kalau saya tanya itu, mungkin bingung dia,” ujar Sukoco.

Ada Kongkalingkong

Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Servasius S Jemorang dalam audiensi tersebut mengungkapkan, pihaknya mencium aroma konspirasi di balik penanganan kasus dugaan korupsi dana desa Sisir.

PMKRI, kata dia, mendapat informasi bahwa ada oknum dari Kejari Manggarai yang diam-diam bertemu dengan kepala desa Sisir.

Servas menyebut, dugaan kongkalingkong semakin menguat, sebab usai bertemu dengan kepala desa Sisir, Kejari Manggarai malah mendiamkan kasus tersebut.

“Ada informasi di balik layar, pihak Kejari Manggarai sudah pernah bertemu dengan kepala desa Sisir. Kami juga tidak, apakah pertemuan ini dalam rangka pengananan dugaan korupsi, atau untuk alasan lain,” ujarnya.

Menurut Servas, pertemuan diam-diam dengan kepala desa Sisir patut diduga sebagai pintu masuk ada konspirasi dengan Kejari Manggarai.

Ia berjanji akan tetap mengawal penanganan kasus dugaan korupsi desa Sisir yang hingga kini lenyap di Kejari Manggarai.

Dugaan Korupsi

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, empat orang warga desa Sisir mendatangi Kejari Manggarai pada Senin, 5 Juni 2017 lalu.

Mereka datang untuk melaporkan penggunaan anggaran desa Sisir tahun 2015 dan 2016 yang diduga dikorupsi.

Keempat warga Sisir tersebut yaitu Urbanus Nana, Bernabas Hamsa, Marsel Jelatu, dan Yosep Su.

Ditemui seusai memberi laporan di Kejari Manggarai, Urbanus Nana mengatakan, pada tahun 2015 lalu sebagian anggaran desa Sisir digunakan untuk membangun Kantor SDK Reho Linur.

Bangunan itu berukuran 7 x 9 meter. Namun, sampai saat ini, bangunan itu tak tuntas dikerjakan.

“Hanya bangun tembok dan atapnya saja. Yang belum (dikerjakan), plafon dalam dan luar, jendela, dan bagian lantai. Sampai sekarang lantainya itu masih pakai lantai tanah,” katanya kepada wartawan kala itu.

Selain itu, Nena mengatakan pada tahun anggaran 2015 juga ada pembangunan irigasi yang bermasalah.

Pertama, pembangunan irigasi Wae Sakok. Irigasi tersebut memiliki panjang 140 meter untuk mengairi sawah sekitar 2 hektare.

Kedua, pembangunan Irigasi Wae Anda dengan panjang 115 meter untuk mengairi sawah sekitar 1 hektare.

“Tapi anehnya fisik irigasi itu sekarang sudah rusak berat. Itu terjadi karena memang dikerjakan asal jadi,” pungkasnya.

Senada dengan Urbanus Nena, Bernabas Hamsa mengatakan, penyimpangan anggaran desa sisir juga terjadi pada tahun 2016 lalu.

Pada tahun anggaran 2016 itu, ada pembangunan rabat yang tidak tuntas dikerjakan.

Dari target 3000 meter, namun yang dikerjakan hanya 1.410 meter.

“Padahal 3.000 meter itu sudah disepakati bersama seluruh dusun, RT/RW dan beberapa toko masyarakat waktu rapat desa. Tapi, begitu masyarakat tanya kenapa hanya bangun 1.410 meter, kepala desa bilang ada perubahan APBDes,” ujarnya heran.

Selain itu, Hamsa juga menjelaskan ada kegiatan yang sudah ditetapkan dalam APBDes Desa Sisir 2016 yang tidak dilaksanakan sama sekali. Kegiatan tersebut yaitu penggusuran lapangan bola kaki di Kampung Reho Linur dan pembangunan posyandu di Kampung Dalit.

“Tapi soal dananya kami tidak tahu karena memang kepala desa tidak pernah terbuka. Jangankan kami, ada aparat desa juga yang tidak tahu menahu soal dana di desa Sisir,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap agar Kejaksaan Negeri Manggarai segera menindaklanjuti laporan mereka. Hanya dengan tindakan hukum Kejaksaan, semua dugaan korupsi anggaran Desa Sisir dapat diungkap.

 

Penulis: Ardy Abba

Baca Juga:

  • Penggunaan Anggaran Diduga Dikorupsi, Warga Desa Sisir Melapor ke Kejaksaan Manggarai
  • Dituduh Korupsi Anggaran Desa, Ini Tanggapan Kades Sisir
Desa Sisir Kejari Manggarai
Previous ArticleDrainase Tidak Berfungsi, Jalan Menuju RSD Aeramo Digenangi Air
Next Article Isi Rumah Warga di Kefamenanu Hanyut Terbawa Banjir

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.