Pemilik rumah bersama warga setempat sementara berupaya mengamankan sejumlah barang yang hanyut terbawa banjir (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Kefamenanu,Vox NTT-Seluruh isi rumah dari 3 kepala keluarga (KK) di Kefamenanu, Kabupaten TTU hanyut terbawa banjir, Sabtu (01/12/2018).

Ketiga KK yang menjadi korban bah tersebut yakni; Sisilia Bubu, Antonius Amtonis dan Baba.

Selama ini mereka bermukim di bantaran Kali Noemeto, RT 006 RW 02, Kelurahan Tubuhue.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi kejadian, rumah milik Antonius Amtonis yang ditempati bersama 5 orang anggota keluarga lainnya nyaris ambruk diterjang banjir luapan air Kali Noemeto. Semua isi rumah pun hanyut terbawa banjir.

Rumah milik Sisilia Bubu yang ditempati bersama 4 anggota keluarga lainnya juga mengalami nasib yang sama.

Sedangkan,  bagian dapur rumah milik Baba yang ditempati bersama 11 juga ikut diterjang banjir.

Terpantau pada pukul 17.00 Wita, tampak para pemilik rumah dibantu warga setempat sementara memungut pakaian yang berada di timbunan lumpur.

Antonius Amtonis salah satu pemilik rumah yang menjadi korban banjir menuturkan, saat kejadian dia dan anggota keluarga yang lain tidak berada di tempat.

Ia baru mengetahui rumahnya diterjang banjir setelah mendapat informasi warga lain.

Antonius kembali ke rumahnya. Namun ia menemukan seluruh isi rumah dan harta benda lain hanyut terbawa banjir.

“Semua kena banjir. Pakaian, peralatan dapur, makanan, saya punya ijasah juga kena pikul bawa termasuk babi 2 ekor juga saya tidak bisa selamatkan,” ujar Antonius.

Ia mengaku, saat ini ia hanya memikir anak-anaknya yang masih kecil.  Sebab, seluruh pakaian mereka hanyut terbawa banjir.

Antonius berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan pihak manapun untuk membantu meringankan beban yang dialaminya.

“Saya hanya ingat saya punya anak-anak yang masih kecil, semua pakaian kena pikul, kalau bisa ada yang bantu kami,” ujarnya penuh harap.

Rumah Milik Sisilia Bubu dan Antonius Amtonis yang nyaris ambruk Diterjang banjir, Sabtu, 1 Desember 2018 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Sementara itu, Sisilia Bubu warga lainnya yang juga menjadi korban banjir menuturkan, saat ini ia terpaksa harus tinggal di kos.

Sisilia yang yang adalah seorang janda berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak agar bisa mendirikan rumah seadanya, sehingga bisa ditempati bersama anak-anaknya.

“Kalau bisa ada yang bantu kami untuk buat rumah biar kecil saja untuk saya dengan anak-anak tinggal,untuk sementara saya terpaksa harus tinggal di kos dulu,” ujar Sisilia sambil terus sibuk membereskan beberapa barangnya yang tampak penuh dengan lumpur.

Kronologis Kejadian

Sumarni, istri dari Baba yang merupakan salah satu warga yang rumahnya ikut menjadi korban banjir menuturkan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat itu Sumarni sementara mencetak batu merah di samping rumahnya.

“Memang saat itu hujan, saya ada sementara cetak batu merah di samping rumah, pas saya lihat begini ada banjir besar yang datang, jadi saya langsung lari dengan anak dong di tetangga punya rumah di bagian atas,” ujar Sumarni sambil mengaku jika hanya bagian dapurnya dan tempat percetakan batu merah telah rusak diterjang banjir.

Sumarni mengaku, sejak 6 tahun lalu ia dan keluarganya tinggal di tempat tersebut, baru kali ini terjadi banjir sebesar ini.

Ia berharap adanya penanganan segera dari pemerintah, sehingga ke depan Sumarni dan warga lainnya tidak mengalami musibah serupa.

“Baru ini kali begini, dulu memang sering ada tapi kecil saja itu juga kalau tebing di sebelah sana rubuh,saya harap pemerintah bisa bantu kami supaya jangan ada banjir besar begini lagi yang sampai masuk rumah,” ujarnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba