Ketua Umum KSP Ricco Mandiri Jaya, Safriady Darman Jehaman saat diwawancarai VoxNtt.com (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Sekitar 40-an agen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ricco Mandiri Jaya mengikuti pelatihan untuk kemudian siap diluncurkan ke desa-desa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur di tahun 2019 mendatang.

Pelatihan para agen ini berlangsung di aula Puskopdit Manggarai di Rowang-Ruteng, Sabtu (8/12/2018).

Ketua Umum KSP Ricco Mandiri Jaya, Safriady Darman Jehaman mengatakan, 40-an agen tersebut sengaja dilatih agar bisa mewartakan koperasi itu ke desa-desa di Manggarai Raya pada tahun 2019 mendatang.

“Tujuan saya adalah setiap desa harus ada agen untuk menceritakan tentang KSP Ricco Mandiri Jaya. Nanti mereka diberi gaji oleh KSP Ricco Mandiri Jaya. Mereka ini calon-calon pengurus KSP Ricco Mandiri di tahun 2019,” ujar Safrin kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan pelatihan para agen.

Dalam kesempatan tersebut, pria kelahiran Anam- Bung, 30 Januari 1988 itu mengatakan, di Manggarai Raya ini tidak bisa dipungkiri sudah banyak koperasi harian.

Ia menduga koperasi ini adalah rentenir yang bukan untuk menghidupi ekonomi anggotanya. Anggota koperasi harian malah dicambuk dengan beban bunga yang cukup tinggi.

Sebab itu, sebagai pimpinan umum KSP Ricco Mandiri Jaya ia sengaja membuat pelatihan para agen dengan menghadirkan narasumber yang paham tentang koperasi.

Selain untuk meningkat kapasitas agen, tujuan lain dari pelatihan tersebut yakni untuk memberantas para rentenir berkedok koperasi harian yang sudah menjamur hingga ke desa-desa.

Ketua Umum KSP Ricco Mandiri Jaya, Safriady Darman Jehaman dan para agen saat pelatihan di aula Kantor Kopdit Ricco Mandiri Jaya Ruteng (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)

Sementara itu, Ketua Pengawas Koperasi Manggarai Zakir Kasmir dalam sambutannya pada kesempatan tersebut mengatakan, dalam perkembangannya dunia perkoperasian selalu diperhadapkan dengan kekuatan, kelemahan dan tantangan.

Ketiga hal tersebut, kata dia, erat kaitannya dengan sumber daya manusia (SDM), modal dan sarana/prasarana.

“Koperasi juga sering menghadapi tantangan. Tantangan terlihat ialah menjamurnya kooperasi di Manggarai. Ada Obor Mas, Kopkardius, Sangosai, dan lain-lain. Tugas kita adalah mengapa mereka bisa. Tugas agen mengubah kelemahan itu menjadi kekuatan sehingga KSP Ricco Mandiri bisa bersaing dengan koperasi-koperasi yang sudah mapan,” ujar Kasmir.

KSP Ricco Mandiri Berkembang Pesat

Kisah Safrin dalam menjajal dunia koperasi memang tidak mudah. Sederet kisahnya merintis KSP Ricco Mandiri Jaya tampak mulai dari bawah.

Ia rela keluar dari PNS di umur yang cukup muda dan meramba jalan hidup di dunia perkoperasian.

Safrin membuang semua keraguan untuk merintis koperasi dan meyakinkan calon anggota.

Motivasinya menghidupkan koperasi berawal dari kesaksian hidup keluarganya di Kampung Anam-Bung, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai beberapa tahun lalu.

Safrin berkisah, di kampungnya banyak keluarga dicambuk dengan praktik ijon. Meski, hasil komoditi masyarakat membaik, namun uang hasil penjualan tak kelihatan karena ijon.

“Akibatnya anak-anak tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” katanya.

Itulah sebabnya, ia membelokan jalan hidupnya dari PNS ke dunia usaha. Realitas praktik ijon tersebut yang terus memacu adrenalin berpikir Safrin untuk membantu masyarakat agar bebas dari praktik rentenir, seperti ijon.

Baginya, praktik ijon yang terus mencambuk masyarakat bukan perkara sepele. Karena itu, pria yang kini berumur 30 tahun itu mengajak sekitar 15 orang anggota keluarganya membentuk unit usaha bersama sejahtera (UBS) yang mereka namai “Karitas”.

“Saya mengajak mereka (anggota) untuk memasukan modal,” ujar Safrin.

Bermodalkan Rp 12 juta di UBS karitas, Safrin kemudian membentuk KSP Ricco Mandiri Jaya.

KSP Ricco Mandiri Jaya yang berpusat di Ruteng, Kabupaten Manggarai tergolong kopdit cukup besar di Manggarai Raya.

Dalam perkembangannya, Kopdit ini melebarkan sayap ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.  Ada pula satu kantor cabangnya di Pela, Kecamatan Ruteng.

Menurut Safrin, KSP Ricco Mandiri Jaya terus berkembang pesat. Terkini, total anggotanya sebanyak  2.769 orang dengan modal berjumlah 2,3 Miliar lebih.

“Modal itu maksudnya piutang uang yang beredar. Saat ini juga total karyawan sebanyak 37 orang,” jelas dia.

Sedangkan total aset bergerak dan tidak bergerak, kata dia, hampir mencapai Rp 4 Miliar lebih.

Siap Bersaing

Dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan tersebut, Safrin menyatakan, KSP Ricco Mandiri Jaya siap bersaing di tengah menjamurnya koperasi di Provinsi NTT.

Di depan para agen yang hadir, ia menjelaskan, pertumbuhan koperasi di Provinsi NTT cukup positif, yakni sebanyak 4.137.

Ada yang kondisinya sehat dan bahkan berkembang pesat. Namun ada juga yang gagal bertahan dalam gempuran persaingan.

Menurut dia, dari sederet koperasi yang terhitung sukses di NTT, satu di antaranya adalah KSP Ricco Mandiri Jaya.

Bahkan dalam perkembangannya, koperasi kredit (Kopdit) ini melebarkan sayap ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Ada pula satu kantor cabangnya di Pela, Kecamatan Ruteng.

Sama seperti langkah awalnya, di Labuan Bajo, Koperasi Ricco Mandiri Jaya digerakkan oleh anak-anak muda kreatif. Usia mereka bahkan rata-rata di bawah 35 tahun.

Daya hidup saling bahu – membahu digelorakan anak-anak muda itu dengan prinsip ‘melalui koperasi bisa merubah perekonomian masyarakat’.

“KSP Ricco Mandiri Jaya Solusi bijak menghadapi rentenir dan memberantas ijon,” tukas Safrin.

 

Penulis: Ardy Abba