Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Nagekeo Jarang Berikan Anjingnya untuk Divaksin
Regional NTT

Warga Nagekeo Jarang Berikan Anjingnya untuk Divaksin

By Redaksi13 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas peternakan Kabupaten Nagekeo sedang melakukan eliminasi anjing di Kampung Kobarosa, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Paramedik Veteriner Resort Aesesa, Bernadus R mengaku, sebagian besar warga di Kabupaten Nagekeo jarang memberikan anjingnya untuk divaksin oleh petugas.

Bahkan ketika petugas vaksinasi datang, kata dia, sebagian besar warga malah menyembunyikan anjing mereka.

“Ada sebegian besar warga Nagekeo yang mempunyai bintang peliharaan anjing ketika kita datang mereka sembunyikan hewan pelirahaan,” ujar Bernadus saat melakukan eliminasi anjing di Kampung Kobarosa, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Rabu (12/12/2018).

Menurut Bernadus, belum semua warga pemilik anjing dan kucing menyadari betul akan pentingnya vaksinasi.

Padahal, selain mencegah hewan kesayangan sakit, vaksin yang tepat juga memberikan kekebalan tubuh. Vaksin juga bisa melindungi anjing dan kucing dari penyakit menular yang mematikan seperti rabies.

“Petugas saat melakukan vaksin terhadap hewan peliharaan seperti anjing dan kucing kadang mengalami kesulitan saat berada di lapangan,” katanya.

Kesulitan itu di antaranya sulit mendapatkan anjing saat melakukan vaksin. Ia menduga banyak warga menipu petugas bahwa mereka tidak memiliki anjing.

“Tapi ketika ada korban baru mereka sadar ternyata pentingnya vaksin dan terpaksa anjing tersebut dieliminasi. Karena jika tidak, bukan tidak mungkin akan menular, sehingga anjing-anjing bisa menggigit warga lainnya dan akan banyak menjadi korban,” ujar Bernadus.

Sebab itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nagekeo agar  hewan peliharaan anjing mereka wajib diberi vaksin. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi terjadinya penyakit rabies.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticlePemkab TTU Akhirnya Cairkan Gaji 525 Guru Teko
Next Article Dua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Padi di Lape Gelar Panen Perdana

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.