Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Padi di Lape Gelar Panen Perdana
Ekbis

Dua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Padi di Lape Gelar Panen Perdana

By Redaksi13 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Dua kelompok pembudidaya ikan mina padi di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo menggelar panen perdana, Rabu (12/12/2018).

Keduanya yakni kelompok Idola dan Larino.

“Kita Kemarin ada panen perdana ikan air tawar program pengembangan mina padi di dua kelompok yakni Idola dan Larino di wilayah Kelurahan Lape,” ujar Kepala Dinas Perikanan Nagekeo, Lukas Mere yang saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (13/12/2018).

Lukas menjelaskan program mina padi merupakan suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming).

Program ini memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar.

Kata dia, mina padi dapat meningkatkan efisiensi lahan. Sebab satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus.

Baca Juga: Lukas Mere dan Virus Pokir DPRD Nagekeo

Menurut Lukas, program pengembangan mina padi di dua kelompok tersebut baru dijalankan sebagai program pencontohan di tahun 2018 dengan menggunakan DAK sebesar Rp 100 juta.

Dia menuturkan, dengan sistem ini, selain mendapat keuntungan dari panen ikan nila, hasil produksi padi juga lebih tinggi dibandingkan sistem padi konvensional.

Selain itu, padi juga mempunyai kualitas lebih tinggi karena menggunakan pupuk organik tanpa melakukan penyemprotan bahan pestisida.

Dengan dilaksanakannya sistem mina padi di Kelurahan Lape ini, Lukas mengharapkan mampu mendorong perekonomian.

Sistem tersebut juga diharapkan menjadi alternatif memanfaatkan lahan yang minim dengan mengkolaborasikan tanaman padi dengan budidaya ikan air tawar, sehingga menguntungkan masyarakat.

Lukas menambahkan, usaha mina padi ini selain merupakan usaha yang menguntungkan, juga dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleWarga Nagekeo Jarang Berikan Anjingnya untuk Divaksin
Next Article Hugo Minta Rencana Pembangunan Korem 165 Digeser ke Nagekeo

Related Posts

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026

Polisi Tangkap Pengepul Togel di Toko Pertanian Kawasan Pasar Lembor

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.