Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»2018, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di TTS Tinggi
Regional NTT

2018, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di TTS Tinggi

By Redaksi10 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak TTS, Dominggus Banunaek. (Foto: L. Uan).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoEVox NTT-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meningkat dari tahun 2017 hingga 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten TTS, Dominggus Banunaek yang diwawancarai VoxNtt.com, Selasa (08/01/2019) lalu mengungkapkan, makin tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut .

Di tahun 2017, beber Banunaek, baru ada 47 kasus kekerasan yang ditangani. Di tahun 2018, kasus ini meningkat menjadi 71 kasus.

Dari 71 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2018, ujarnya, paling tinggi adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mana terdapat 40 lebih kasus.

“Data di atas adalah yang dilaporkan dan ditangani. Sebenarnya, masih banyak kasus yang terjadi namun belum teridentifikasi atau dilaporkan masyarakat. Ini, karena kesadaran masyarakat masih terbilang rendah,” ujar Banunaek.

Oleh karena itu, pihak dinas, jelasnya, akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, dilakukan upaya preventif agar bisa mengurangi laju angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan dunia pendidikan akan terus kami tingkatkan. Bahkan, intervensi dana desa untuk pemberdayaan perempuan dan anak akan dilaksanakan,” terang Dominggus Banunaek.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Kekerasan Anak TTS TTS
Previous ArticleLaka Lena:  Pak Gideon Senior Golkar, Kami Yakin Dewasa dan Matang
Next Article Jadwal Sidang Praperadilan Tersangka Korupsi vs Polres TTU Ditetapkan

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026

Bantuan Bencana: Dari Sembako Ke Masa Depan Anak

8 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.