Kondisi Pelabuhan usai Gempa. (Foto: Selo Jome).

Labuan Bajo, Vox NTT- Penumpang Kapal
KM Binaya tujuan Labuan Bajo-Makassar berhamburan keluar saat gempa terjadi, Kamis, (10/01/2019).

Akibat kejadian itu, 3 Kaca Pintu di Terminal Pelabuhan Labuan Bajo Pecah.

Data yang dihimpun VoxNtt.com dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Gempa bumi tektonik berkekuatan 5.0 SR mengguncang Kabupaten Sumba Tengah Hari Kamis, 10 Januari 2019, pukul 01.56 WIB.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,63 LS dan 119,91 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah timur 38 km arah barat Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 79 km.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Waingapu, Bima dan Labuan Bajo dalam skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), di Manggarai Barat dengan intensitas II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Paskalis Djuma, Staf di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo membenarkan hal itu.

Saat ditemui VoxNtt.com Kamis, (10/1/2019) Paskalis mengatakan, saat gempa terjadi, penumpang Kapal KM Binaya tujuan Makassar berjumlah 719 orang berhamburan keluar.

“Karena gempa, semua penumpang panik dan berhamburan keluar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, dalam peristiwa itu, 3 (tiga) Kaca Pintu di Terminal Pelabuhan Labuan Bajo Pecah.

Untungnya kata Paskalis, saat penumpang berhamburan keluar tidak ada korban ringan ataupun korban berat.

Penulis: Sello Jome

Editor: Boni J