Wadansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN,Mayor Inf. Topan Novianto (kiri ujung,mengenakan selendang di Leher) saat menyerahkan bantuan semen untuk pembangunan gedung Kapela umat Katolik Desa Tuabatan Barat, Kamis 10 Januari 2019.(Foto: Eman/VoxNTT).

Kefamenanu,Vox NTT-Pembangunan Kapela (rumah ibadat) bagi umat katolik di Desa Tuabatan Barat, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) benar-benar membutuhkan uluran kasih dan bantuan dari berbagai pihak.

Pasalnya, sejak mulai dibangun pada tahun 2015 lalu, hingga saat ini baru tiang-tiang gedung saja yang berhasil dibangun.

Keterlambatan itu disebabkan karena kondisi keuangan yang sangat minim. Sejak dibangun, keuangannya hanya bersumber dari sumbangan suka rela dari umat Katolik di wilayah tersebut.

Anggota TNI dari satgas pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN dan warga bekerja sama mengangkut pasir untuk pengecoran dag teras Kapela bagi warga Tuabatan Barat dalam karya bakti yang digelar Kamis 10 Januari 2019. (Foto: Eman/VoxNTT).

“Selama ini bantuan baru dari Pemda (TTU) sebesar Rp 25 juta. Dan ini hari, ada bantuan bahan bangunan dari satgas Yonif 741. Selain itu, lebih banyak sumbangan dari umat di sini,” ujar Ketua Panitia pembangunan Kapela Desa Tuabatan Barat, Wilibrodus Loin saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan karya Bhakti pengecoran tiang dag teras Kapela Desa Tuabatan Barat.

Pengecorang itu pun diinisiasi oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN bergotong royong dengan umat setempat pada Kamis (10/01/2019) kemarin.

Wilibrodus menuturkan, untuk pembangunan Kapela tersebut dibutuhkan dana kurang lebih Rp 2 miliar.

Menurutnya, jumlah tersebut sangat besar dan sulit ditanggulangi oleh umat Katolik di desa tersebut yang hanya berjumlah 700an jiwa yang tergabung dalam 150 kk lebih.

Untuk itu, ia berharap pihak satgas Yonif Mekanis 741/GN dapat membantu pihaknya untuk mencari donatur, baik dari dalam maupun luar negeri untuk membiayai pembangunan gedung tersebut.

“Baru kali ini ada Satgas Pamtas yang bantu kami. Kami harap komandan Satgas bisa bantu kami cari donatur untuk bantu biayai pembangunan gedung Kapela ini,” ujarnya.

Tim medis dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN sementara memeriksa kesehatan salah satu warga desa Tuabatan Barat di sela-sela kegiatan karya bakti di Kapela, Kamis 10 Januari 2019. (Foto: Eman/VoxNTT).

Pantauan media ini, nampak Camat Miomafo Tengah, Kades dan ratusan warga Desa Tuabatan Barat turut menghadiri Karya Bhakti pengecoran dag teras Kapela Tuabatan Barat yang diinisiasi oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN tersebut.

Kegiatan karya bakti itu, didahului dengan penyerahan bantuan semen dan beras oleh  Wakil komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Topan Novianto. Kemudian dilanjutkan dengan pengecoran dag teras Kapela secara gotong royong oleh masyarakat setempat dan puluhan anggota TNI.

Selain pengecoran tiang teras Kapela, di sela-sela kegiatan karya bakti itu juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat oleh tim medis Satgas Yonif Mekanis 741/GN.

Wadansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Topan Novianto kepada awak media menuturkan, selain bantuan semen dan beras, pihaknya juga menurunkan anggota sebanyak 2 kompi (50 orang).

Menurutnya, selain untuk terus membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat, karya bakti ini juga bertujuan untuk membina antara umat beragama di perbatasan RI-RDTL yang sudah lama terjalin itu.

“Wilayah Kecamatan Miomafo Tengah merupakan salah satu wilayah tugas kami. Sehingga, selain mengamankan wilayah perbatasan, kami juga melakukan kegiatan karya bakti guna membantu masyarakat seperti yang dilakukan hari ini,” ujar Mayor Topan.

 Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J