KM Sangke Palangga tersangkut di karang wilayah Taka Pandu perairan Marapokot (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)

Mbay, Vox NTT-Kapal Motor (KM) Sangke Palangga tersangkut di karang wilayah Taka Pandu, perairan Marapokot Kabupaten Nagekeo, Jumat (11/1/2019).

Kapal fery Sangke Palangga tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Kapal yang mengangkut sekitar 83 orang penumpang itu hingga kini masih terdampar di Taka Pandu.

Sementara penumpang sudah dievakuasi oleh Polisi, Syahbandar, TNI AL, dan Tagana. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

KM Sangke Palangga menabrak karang
diduga kuat karena kapten dan anak buah kapal tersebut ketiduran dalam perjalanan menuju Pelabuhan Marapokot.

“Masa kapal tabrak karang mereka tidak tahu. Mereka tahu saat ada bunyi alarm yang ada di atas kapal. Saat bunyi itu mereka baru bangun dari tidur,” ujar Bertolomeus Jale, salah satu penumpang kapal fery Sangke Palangga saat ditemui VoxNtt.com di Pelabuhan Marapokot, Jumat siang.

Bertolomeus mengungkapkan, saat kejadian itu para anak buah kapal dan kapten tidak mengetahuinya.

Kapal kandas dan menabrak karang baru diketahui ketika ada bunyi alarm sebagai tanda bahaya.

Ketika alarm berbunyi, cerita dia, kapten baru kaget dan memastikan bahwa kapal sedang menabrak karang.

“Setelah tahu kejadian baru kapten kasih bangun anak buah kapal yang saat itu tertidur,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Paulinus Nango, penumpang KM Sangke Palangga lainnya.

Paulinus mengaku, kapten tidak mengetahui bahwa kapal sedang menabrak karang. Kapten baru tahu saat ada bunyi alarm tanda bahaya.

Terpisah, Kapolsek Aesesa AKP Ahmad mengatakan, pihaknya melakukan penyidikan atas insiden KM Sangke Palangga yang menabrak karang.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba