Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pengamat: Perekrutan THL di Matim Menjadi Ruang Balas Jasa
Regional NTT

Pengamat: Perekrutan THL di Matim Menjadi Ruang Balas Jasa

By Redaksi11 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,Vox NTT- Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik asal Undana Kupang menanggapi peneriman Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur tahun 2019.

Menurut Lasa penerimaan THL di Matim harus memiliki regulasi yang jelas.

Birokrasi yang baik, kata Lasarus, mesti memiliki standar yang jelas.

“Pertanyaannya adalah apakah Matim punya regulasi yang mengatur standarisasi pegawai? Kalau ada, silahkan pakai standar itu. Tapi kalau tidak, THL menjadi kabut yang terus meliputi birokrasi matim dan beberapa daerah,” ungkapnya saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (11/1/2019).

Selanjutnya, menurut Lasarus, kebijakan pengangkatan tenaga THL oleh dinas seharusnya tidak ada nepotisme.

Sebab, nepotisme kata dia akan mengandaikan adanya pembiayaan yang bisa dipertanggungjawaban dengan semua konsekuensi di dalamnya.

Ia justru menilai perekrutan THL di Matim sarat dengan balas jasa.

“Saya malah melihat, perekrutan THL menjadi ruang balas jasa. Ini amat berbahaya. Sebab, dengan begitu, pemda/dinas sebenarnya tengah menyimpan masalah,” imbuhnya.

“Tuntutannya, semua pimpinan politik mesti berpikir standar kualitas yang salah satunya ditentukan oleh kualitas pegawai,” tambahnya.

Lasarus berharap Bupati Matim terpilih Agas Andreas harus mampu memperbaiki carutnya sistem birokrasi di kabupaten unjung timur Manggarai itu.

“Yang utama ialah jauhnya birokrasi Matim dari merit sistem. Ini yang harus diubah oleh pemerintahan Ande,” ungkapnya.

 

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

guru THL Manggarai Timur THL
Previous ArticleBupati Deno: Pertamina Tidak Lagi Terganggu dengan Aset
Next Article Ini Klarifikasi Polisi Terkait Mobil yang Terbawa Banjir di Kali Wae Bobo

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.